Berita

Mantan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Rahman Dontili/Net

Politik

Terima Uang Rp 100 Juta, Eks Ketua DPC Kabupaten Bolaang Mongondow Utara Bocorkan Kejanggalan KLB Demokrat Abal-abal

SABTU, 13 MARET 2021 | 00:11 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat membeberkan pengakuan kader yang ikut menjadi peserta Kongres Luar Biasa (KLB) abal-abal di Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut).

Salah satu pengakuan itu, dia dikasih uang Rp 100 juta hingga peserta yang tidak diregistrasi.

Pengakuan itu disiarkan di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta Pusat, Jumat (12/3), dalam acara konferensi pers bertajuk "Menguak Kebenaran Jilid II: Rekonstruksi KLB Abal-abal".


Dalam video yang disiarkan, terlihat sebuah pengakuan dari mantan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Rahman Dontili yang turut hadir dalam acara KLB yang menjadikan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko sebagai ketua umum (Ketum).

Menurut Rahman yang hadir di acara itu, dia menilai bahwa KLB di Deli Serdang merupakan acara yang cacat hukum dan cacat prosedural.

"Karena memang ketika pas acara dimulai itu semua itu kita peserta dan bukan peserta itu sama. Peserta mau tidak itu semua masuk tanpa diregistrasi," ujar Rahman dalam video tersebut.

"Jadi tidak ada registrasi anggota yang punya hak pilih hak suara yang sah itu tidak ada. Jadi acara langsung dimulai," imbuhnya.

Acara KLB pun langsung digelar dan dilakukan sidang pimpinan KLB yang dipimpin oleh Jhonny Allen Marbun.

"Jadi dalam benak saya itu karena mereka sebelum saya berangkat itu menginformasikan bahwa sudah di atas 400 itu Ketua DPC yang akan hadir kongres luar biasa tersebut. Sehingga saya teriming-iming juga harus melihat kebenaran itu dan setelah kongres itu dilaksanakan, saya melihat itu memang yang hadir pada saat itu, itu memang bukan pemilik suara yang sah," jelasnya.

Karena sambung Rahman, yang mengaku telah menjadi kader Demokrat selama 11 tahun ini melihat bahwa, peserta yang hadir di sana sangat sedikit yang ia kenal.

"Ketika pada saat acara berlangsung itu, dalam hati saya bertanya, ini bukan pemilik suara sah, tapi memang ruangan full. Karena kami disiapkan tiket, tas semua disiapkan oleh panitia. Siapa yang mau ke dalam dapat tiket dan kemudian yang rancunya juga daftar hadirnya saja itu kita tandatangani nanti setelah acara," terang Rahman.

Rahman pun mengaku bahwa dirinya menerima uang Rp 100 juta. Akan tetapi, ia mengaku langsung melaporkan kepada DPP setelah melihat banyak kejanggalan pada acara KLB tersebut.

"Saya juga orang yang memang menerima uang Rp 100 juta. Tapi, bukan berarti saya harus diam ketika melihat ketidakbenaran ini. Sehingga setelah balik dari sana, saya coba menghubungi DPP dan melaporkan karena masih mencintai Partai Demokrat ini," tuturnya.

"Jadi saya melaporkan bahwa kejadian KLB itu bukan pemilik suara sah yang hadir, itu cuma perwakilan-perwakilan mungkin dari seluruh daerah yang mungkin ada juga orang yang memang dikumpul-kumpul. Jadi bukan pemilik suara sah," sambungnya.

Dengan demikian, Rahman mengajak kepada para kader Demokrat lainnya yang turut hadir menjadi peserta KLB untuk melihat fakta dan mengungkapkan yang sebenarnya terjadi pada acara tersebut.

"Dan kepada Kemenkumham saya berharap untuk menolak KLB di Deli Serdang yang ilegal ini," pungkasnya.

Selain menyiarkan video pengakuan ini, Rahman pun juga turut dihadirkan pada acara konferensi ini beserta dua orang lainnya yang sempat diajak dan juga menjadi salah satu peserta acara.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Tokoh Reformasi Amien Rais, Megawati, Sultan HB X dan Gus Dur

Selasa, 12 Mei 2026 | 14:15

KPK Panggil Mantan Kepala BBPJN Stanley Cicero

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:55

Trump Geram Kuba Tak Kunjung Tumbang Meski Dihantam Embargo Minyak AS

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:54

UEA Diduga Diam-Diam Ikut Serang Iran

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:47

Juri Lomba Cerdas Cermat Jangan Antikritik

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:45

Dua Ajudan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Digarap KPK

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:41

Purbaya Dorong Insentif Mobil Listrik di Tengah Ancaman Konflik Iran-AS Berkepanjangan

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:25

Gibran Puji Inovasi Transportasi Gratis Pemprov DKI

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:20

Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar di Kalbar Harus Diulang

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Aktivis Global Sumud Flotilla Alami Penyiksaan Selama Ditahan Israel

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Selengkapnya