Berita

Bendera Partai Demokrat/Net

Politik

Survei LKPI: Elektabiitas Demokrat Turun Karena Badai Konflik

JUMAT, 12 MARET 2021 | 22:50 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Elektabilitas Partai Demokrat dalam hasil survei Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) tercatat turun.

Dirtektur Eksekutif LKPI, Arifin Nur Cahyono menerangkan, posisi Demokrat berada di peringkat ke tujuh, pada simulasi terbuka yang dilakukan kepada 1.898 responden.

Peringkat Demokrat ini berada di bawah PKS yang memperoleh elektabilitas sebesar 5,3 persen, Nasdem 6,5 persen, PKB 6,9 persen, Gerindra 10,3 persen, Golkar 17,9 persen dan PDIP 18,2 persen.


"Yang menarik dalam temuan survei ini adalah penurunan secara drastis tingkat elektabilitas partai Demokrat hingga 3,6 persen," ujar Arifin dalam rilis pers yang berlangsung Jumat (12/3).

Penurunan elektabilitas partai politik yang dipimpin Agus Harimurthi Yudhoyono ini, menurut Arifin, disebabkan adanya kejadian pendongkelan melalui kegiatan yang diklaim sebagai Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Sibolangit, Deliserdang, Sumatera Utara.

"Ini (penurunan elektabilitas) dikarenakan badai konflik internal di partai Demokrat yang berujung pada KLB partai Demokrat yang memilih Moeldoko sebagai Ketua Umum Partai Demokrat," demikian Arifin menambahkan.

Dalam survei ini, LKPI mencatat margin of error berada dikisaran angka 2,25 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Sementara, metode survei terhadap ribuan responden yang berasal dari 34 provinsi menggunakan saluran telepon gengam dengan aplikasi Video Call Whatsapp.

Adapun komposisi responden survei adalah pria berjumlah 50,9 persen dan wanita 49,1 persen. Sedangkan, dari segi pekerjaan ada sebanyak 43,7 persen karyawan swasta/BUMN/ASN.

Kemudian, sebanyak 21,3 persen wiraswasta, sebanyak 20,4 peren pekerja tidak tetap atau serabutan, dan sebanyak 14,6 persen mahasiswa dan Ibu Rumah Tangga.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Tokoh Reformasi Amien Rais, Megawati, Sultan HB X dan Gus Dur

Selasa, 12 Mei 2026 | 14:15

KPK Panggil Mantan Kepala BBPJN Stanley Cicero

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:55

Trump Geram Kuba Tak Kunjung Tumbang Meski Dihantam Embargo Minyak AS

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:54

UEA Diduga Diam-Diam Ikut Serang Iran

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:47

Juri Lomba Cerdas Cermat Jangan Antikritik

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:45

Dua Ajudan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Digarap KPK

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:41

Purbaya Dorong Insentif Mobil Listrik di Tengah Ancaman Konflik Iran-AS Berkepanjangan

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:25

Gibran Puji Inovasi Transportasi Gratis Pemprov DKI

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:20

Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar di Kalbar Harus Diulang

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Aktivis Global Sumud Flotilla Alami Penyiksaan Selama Ditahan Israel

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Selengkapnya