Berita

Moeldoko ditetapkan sebagai Ketum Partai Demokrat KLB sepihak di Sibolangit/Net

Politik

Moeldoko Cs Belum Laporkan Hasil KLB Sibolangit Karena Tak Yakin Legalitasnya

JUMAT, 12 MARET 2021 | 16:41 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Moeldoko dan para penggagas pencaplokan Partai Demokrat tidak segera melaporkan hasil Kongres Luar Biasa (KLB) abal-abal di Sibolangit karena tidak yakin legalitasnya.

Demikian analisa pengamat politik Universitas Paramadina Akhmad Khoirul Umam kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (12/03).

Kata Umam, hal itu merupakan indikasi pemilik suara DPC dan DPD yang menghadiri KLB abal-abal tidak memenuhi syarat.

"Tampaknya Moeldoko, Johnny Allen, Marzuki Alie Cs kesulitan membuktikan legalitas dan legitimasi KLB abal-abal yang dibuatnya," demikian kata Umam.

Prediksi Umam, saat ini Moeldoko Cs sedang berusaha mengharapkan keajaiban politik melalui jaringan Moeldoko.

Pandangan Umam, jika Moeldko mnekad melakukan hal tersebut akan dapat menabrak aturan partai politik yang ada di Indonesia.

"Mereka hanya berharap keajaiban politik dari jaringan Moeldoko di pemerintahan untuk menabrak logika berdemorkasi dan aturan partai politik yang ada," demikian kata Umam.

Setalah KLB abal-abal diadakan Jumat (5/3) alu hingga saat ini belum ada langkah politik melaporkan hasil KLB Sibolangit ke Kemenkumham.

Salah satu alasannya, tim Moeldoko sedang melengkapi data pengurus.

Populer

Disuntik Vaksin Covid-19 Campuran Sinovac dan AstraZeneca, Seorang Pria Thailand Alami Pendarahan Otak Hingga Meninggal Dunia

Rabu, 13 Oktober 2021 | 09:31

Jenderal Andika Perkasa Angkat Brigjen Junior Tumilaar Jadi Stafsus

Minggu, 10 Oktober 2021 | 12:28

Saiful Anam: Gubernur Lemhanas Anggap Presiden Seperti Tong Sampah, Layak Dipecat

Rabu, 13 Oktober 2021 | 08:21

Kalah dengan Polri dan KPK, Jaksa Agung Instruksikan 11,4 Persen Jajarannya Segera Laporkan LHKPN

Kamis, 07 Oktober 2021 | 04:58

Dicopot dari Waka BSSN, Komjen Dharma Pongrekun Ditarik ke Mabes Polri

Sabtu, 09 Oktober 2021 | 02:47

Organisasi HAM Internasional Ikut Bela Haris Azhar dan Fatia yang Dipolisikan LBP

Jumat, 08 Oktober 2021 | 03:18

Moeldoko Mencoreng Muka Sendiri dengan Menyerang Mahfud MD

Kamis, 14 Oktober 2021 | 18:14

UPDATE

Didampingi 2 Mantan Ketum HMI, Erick Thohir Kunjungi Kampung Halamannya

Minggu, 17 Oktober 2021 | 18:28

Ada 38.388 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia, Provinsi Jateng Tertinggi

Minggu, 17 Oktober 2021 | 18:19

Doakan Prabowo Subianto, Anies: Semoga Terus Menjadi Inspirasi

Minggu, 17 Oktober 2021 | 17:47

Aksi Susur Tanah Pasundan Dilanjutkan, Sahabat Ganjar Bagikan Sembako di 4 Kota Jabar

Minggu, 17 Oktober 2021 | 17:31

Melbourne Siap Akhiri Lockdown Terlama di Dunia

Minggu, 17 Oktober 2021 | 16:59

Jika Ingin Mulus Jadi Capres, Cak Imin Harus Keluar dari Koalisi Jokowi

Minggu, 17 Oktober 2021 | 16:51

Kukuhkan Jejak Turki, Erdogan Mulai Tur Diplomatik ke Afrika

Minggu, 17 Oktober 2021 | 16:46

Dianggap Perusak Islam, Penamaan Jalan Mustafa Kemal Attaturk Upaya Adu Domba Masyarakat Indonesia

Minggu, 17 Oktober 2021 | 16:39

Pastikan Kebutuhan Masyarakat Tercukupi, Kepala BNPB Tinjau Lokasi Terdampak Gempa Bali

Minggu, 17 Oktober 2021 | 16:10

Ahmad Riza Patria: Prabowo Subianto Begitu Mencintai Rakyat Indonesia

Minggu, 17 Oktober 2021 | 15:57

Selengkapnya