Berita

Vaksin AstraZeneca/Net

Politik

BKSP DPD Apresiasi Pemerintah Dapatkan Vaksin, Terakhir AstraZeneca Dari Inggris

JUMAT, 12 MARET 2021 | 11:03 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Buah dari kerjasama dua negara atau lebih selalu menghasilkan hal-hal positif. Tidak terbatas pada perdagangan namun juga kerjasama hal lain, termasuk dalam penanganan pandemi Covid-19 yang melanda seluruh negara di dunia.

Salah satunya penyediaan vaksin AstraZeneca dari Inggris. Sebanyak 1,1 juta dosis vaksin Covid-19 buatan ilmuwan Inggris sudah sampai ke Indonesia. Kedatangannya disambut oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Dutabesar Inggris untuk Indonesia, Owen Jenkins.

Wakil Ketua Badan Kerjasama Parlemen (BKSP) DPD RI Richard Hamonangan Pasaribu mengapresiasi langkah pemerintah dalam penyediaan vaksin dengan berbagai cara. Kemampuan pemerintah dalam menyediakan vaksin merupakan hasil dari hubungan baik dengan berbagai negara.


"Seluruh negara di dunia berlomba-lomba mendapatkan vaksin untuk rakyatnya agar herd imunity tercapai. Sehingga pemulihan berbagai sektor terdampak pandemi bisa berjalan cepat. Tidak mudah suatu negara mendapatkan vaksin yang masih terbatas ini," ujar Richard Hamonangan Pasaribu, Jumat (12/3).

"Keberhasilan Indonesia mengamankan vaksin dari berbagai produsen di negara lain patut diapresiasi. Ini merupakan buah dari kerjasama dan hubungan baik yang dijalin oleh Indonesia dengan negara-negara lain selama ini," imbuhnya.

Vaksin AstraZeneca merupakan bagian dari vaksin jalur multilateral dari fasilitas COVAX. Indonesia akan mendapatkan hingga 11 juta dosis vaksin dari COVAX yang dikirim secara bertahap hingga Mei 2021.

Senator asal Kepulauan Riau itu mengingatkan jumlah penduduk Indonesia yang besar, mencapai 270 juta jiwa, membutuhkan dosis vaksin yang besar juga. Sejauh ini langkah pemerintah dalam pemenuhan vaksin sudah tepat.

"Indonesia harus menyediakan vaksin dalam jumlah yang memadai. Kalau tidak lewat diplomasi yang bagus hal ini tidak akan terjadi. Meski begitu kita meminta diplomasi vaksin ini terus diperkuat," ujar Richard lagi.

Terkait pelaksanaan program vaksinasi Covid-19 di Indonesia, sudah ada tiga jenis vaksin yang memperoleh Emergency Use Authorization (EUA) dari Badan POM.

Vaksin CoronaVac produksi Sinovac adalah vaksin pertama, disusul dengan Vaksin Covid-19 produksi PT. Bio Farma, dan yang terakhir Vaksin AstraZeneca.

Sementara itu, kerjasama dengan luar negeri, kata Richard, selama ini lebih berkisar pada kepentingan ekonomi. Padahal sebenarnya bentuk-bentuk kerjasama antar negara tidak terbatas pada perdagangan semata.

"Ke depan kami di BKSP mengharapkan adanya kerjasama dengan negara lain yang bisa memberikan suplemen bagi penguatan demokrasi dan sistem politik di Indonesia," pungkasnya.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Tokoh Reformasi Amien Rais, Megawati, Sultan HB X dan Gus Dur

Selasa, 12 Mei 2026 | 14:15

KPK Panggil Mantan Kepala BBPJN Stanley Cicero

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:55

Trump Geram Kuba Tak Kunjung Tumbang Meski Dihantam Embargo Minyak AS

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:54

UEA Diduga Diam-Diam Ikut Serang Iran

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:47

Juri Lomba Cerdas Cermat Jangan Antikritik

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:45

Dua Ajudan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Digarap KPK

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:41

Purbaya Dorong Insentif Mobil Listrik di Tengah Ancaman Konflik Iran-AS Berkepanjangan

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:25

Gibran Puji Inovasi Transportasi Gratis Pemprov DKI

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:20

Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar di Kalbar Harus Diulang

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Aktivis Global Sumud Flotilla Alami Penyiksaan Selama Ditahan Israel

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Selengkapnya