Berita

Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti/Ist

Politik

Perguruan Tinggi Didorong Banyak Lahirkan Wirausahawan

KAMIS, 11 MARET 2021 | 15:51 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti berharap perguruan tinggi bisa menghadirkan banyak wirausahawan. Hal ini sekaligus membuka banyak lapangan kerja.

Untuk itu, LaNyalla memberikan apresiasi kepada Universitas Negeri Makassar dan Badan Standarisasi Nasional (BSN) yang melaksanakan Training of Trainer (ToT) bagi dosen kewirausaahan lingkup Universitas Negeri Makassar.

Dijelaskan LaNyalla, kampus merupakan sumber dari segala sumber ilmu dan kreativitas.


"Dari kampuslah kemajuan dan peradaban suatu bangsa berasal. Di kampus tumbuh riset dan karya ilmiah, dan di kampus pula tumbuh gagasan-gagasan untuk memajukan bangsa. Majunya kampus bisa menjadi indikasi majunya sebuah bangsa," katanya, Kamis (11/3/2021).

Pandangan ketua senator asal Jawa Timur itu sejalan dengan langkah inovatif Universitas Negeri Makassar dan BSN melaksanakan ToT bagi dosen kewirausaahan. Kendatipun hanya di lingkup kampus.

"Mata kuliah kewirausahaan sebagai mata kuliah dasar umum (MKDU), sebenarnya sangat penting. Karena sebagai fondasi dalam implementasi ilmu pengetahuan para sarjana nantinya," ujarnya.

Alumnus Universitas Brawijaya Malang itu mengatakan, wirausaha merupakan langkah awal setiap individu dalam mengasah kemampuan dan pengembangan dirinya di tengah-tengah masyarakat.

Dijelaskannya, melalui pelatihan ini kampus dapat menyelaraskan kurikulum mata kuliah kewirausahaan dengan standarisasi barang dan jasa, baik skala nasional maupun internasional.

LaNyalla pun menilai kegiatan ini sebagai sebuah langkah awal. Ke depan diharapkan hadir inovasi-inovasi penerapan kurikulum perguruan tinggi.

"Hal ini dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan riil untuk menyelaraskan dengan prodi atau jurusan masing-masing seperti pelatihan, FGD dan juga praktik langsung melalui kerjasama dengan lembaga lain yang related," ujar mantan Ketua Umum Kadin Jatim itu.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya