Berita

Razman Nasution (kedua dari kiri) dalam jumpa pers dibilangan Kuningan, jakarta Selatan, Selasa (9/3)/RMOL

Politik

Panitia Kegiatan KLB Deliserdang Ngaku Tidak Janjikan Uang Rp 100 Juta, Tapi ...

SELASA, 09 MARET 2021 | 20:40 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Informasi pemberian uang bagi pimpinan DPC Partai Demokrat yang mengikuti kegiatan yang diklaim sebagai Kongres Luar Biasa (KLB) di Deliserdang, Sumatera Utara, dibantah oleh panitia penyelenggara.

Salah seorang panitia yang mengaku diangkat sebagai Kepala Badan Komunikasi Publik DPP Partai Demokrat versi KLB ini, Razman Nasution, menyampaikan bantahan tersebut, dalam jumpa pers dibilangan Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (9/3).

Dia menyatakan uang yang diinformasikan diberikan sebesar Rp 5 juta oleh pihak penyelenggara, dan tambahannya dalam jumlah yang sama dari mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, M Nazaruddin, adalah tidak benar.


"Itu (informasi menjanjikan uang untuk pimpinan DPC Partai Demokrat) sudah kita verifikasi. Kita menduga itu penyusup," ujar Razman.

Lebih detail lagi, Razman menyebutkan bahwa uang yang dijanjikan sebesar Rp 5 juta sebagaimana yang disampaikan peserta KLB Deliserdang, Wakil Ketua DPC Kotamobagu, Sulawesi Utara, Gerald Piter Runtuthomas, tidak masuk akal menurutnya.

Karena menurutnya, uang sejumlah itu tak akan cukup untuk akomodasi peserta KLB Deliserdang. Sehingga, dia menantang pengurus DPP Partai Demokrat menyampaikan bukti konkret atas informasi tersebut.

"Kalau ada bukti, ada rekaman, ada video dan lain-lain silakan. Tapi itu tak ada. Mereka (Para peserta) datang secara sukarela," tuturnya.

Akan tetapi, Razman mengakui kalau pihak penyelenggara membantu pembiayaan akomodasi para peserta KLB Deliserdang untuk datang dan mengikuti kegiatan di Sumatera Utara tersebut.

"Kalaupun ada bantuan tiket-tiket. Saya kira wajar saja. Tidak ada disitu, tak pernah ada uang mengalir di KLB," demikian Razman.

Informasi mengenai janji uang untuk peserta kegiatan KLB Deliserdang ini dibongkar oleh Wakil Ketua DPC Kotamobagu, Sulawesi Utara, dalam video testimoni yang ditayangkan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurthi Yudhoyono, dalam jumpa pers di DPP Partai Demokrat, Jakarta Pusat, Senin kemarin (8/3).

Gerald di dalam video itu mengaku sebagai salah seorang peserta yang dipaksa mengikuti kegiatan tersebut hanya karena iming-iming uang sebesar Rp 100 juta.

Namun usai KLB, dia tidak diberikan uang dengan jumlah yang sesuai saat seperti dijanjikan. Justru, dia hanya mendapat Rp 5 juta dan tambahan Rp 5 juta dari mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, M. Nazaruddin.

Karena itu kemudian dia mengaku menyesal mengkhianati Partai Demokrat yang sekarang ini tengah dipimpin oleh Ketua Umum Agus Harimurthi Yudhoyono, atau kerap disapa AHY.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya