Berita

KSP Moeldoko ditengah KLB Demokrat tanpa jaga jarak di Hotel The Hills, Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera Utara/Net

Hukum

Langgar Prokes, Kerumunan KLB Deli Serdang Dilaporkan Ke Bareskrim

SENIN, 08 MARET 2021 | 14:44 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Dugaan pelanggaran protokol kesehatan (prokes) pada kegiatan yang diklaim sepihak sebagai Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera Utara dilaporkan Gerakan Pemuda Islam (GPI) DKI Jakarta ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri.

"Kita melaporkan secara resmi panitia kongres luar biasa (KLB) partai demokrat yang berlangsung di Sumatra Utara pada Jumat  kemarin. Jadi kami datang ke Bareskrim Polri meminta kepada Polri agar segera adili atau menangkap para pelaksana KLB demokrat yang telah melanggar protokol kesehatan, yang telah melakukan kerumunan tidak mematuhi prokes," kata Ketum GPI DKI Jakarta Rahmat Imran di Bareskrim Polri, Senin (8/3).

Rahmat yakin dan percaya, Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo tidak akan tebang pilih dalam menegakan hukum, apalagi terhadap mereka yang diduga melanggar protokol kesehatan (prokes).


Terlebih, sambung Rahmat, pemerintah sudah mengeluarkan dana hingga puluhan triliun untuk mengatasi pandemi Covid-19, namun upaya pemerintah itu justru dicoreng dengan ulah segelintir elit yang berada di dalam kekuasaan dengan melakukan pelanggaran protokol kesehatan.

"Ini harus ditindak tegas oleh Polri, jangan sampai para pelanggara prokes ini dibiarkan begitu saja," tandas Rahmat.

Sebelumnya, redaksi Kantor Berita Politik RMOL mendapat informasi bahwa Hotel The Hills, Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera Utara, yang menjadi arena KLB ditutup lantaran diduga telah melanggar protokol kesahatan.  Lokasi Kongres Luar Biasa (KLB) terhadap Partai Demokrat itu diduga tidak memiliki izin dari Polri.



Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya