Berita

Anggota Komisi VIII DPR RI fraksi PKS, Bukhori Yusuf/Ist

Politik

Politikus PKS Desak Pemerintah Buka Formasi Guru Agama Islam Dalam Rekrutmen PPPK 2021

SENIN, 08 MARET 2021 | 07:33 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Rencana Pemerintah akan merekrut 1 juta guru pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) pada 2021 ini menjadi kabar yang cukup menggembirakan.

Formasi guru itu dilakukan melalui skema yang telah ditetapkan oleh Kemendikbud. Pemerintah melalui Kementerian PAN-RB menyatakan tenaga pendidik yang ingin mengikuti program 1 juta guru PPPK harus sudah terdaftar dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Kemendikbud.

Kendati demikian, rekrutmen 1 juta guru PPPK pada 2021 tersebut belum mengakomodir guru Pendidikan Agama Islam (PAI). Padahal di saat bersamaan, masih banyak di antara mereka yang masih berstatus honorer.


Berdasarkan data dari Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII), dari 235 ribu guru PAI di seluruh Indonesia, 70-80 persennya masih berstatus guru honorer dengan gaji di bawah upah minimum regional (UMR).

Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Bima Wibisana berdalih, tidak adanya formasi guru agama dalam rekrutmen PPPK 2021 disebabkan Kemenag belum mengusulkan formasinya ke Kementerian PAN-RB.

Kondisi ini kontan mendapat kritikan anggota Komisi VIII DPR RI yang membidangi Agama dan Bencana, Bukhori Yusuf.

Politikus PKS ini menilai tidak tersedianya kuota bagi guru PAI pada rekrutmen PPPK tahun ini mencerminkan watak pemerintah yang abai terhadap kedudukan agama dalam penyelenggaraan sistem pendidikan nasional.

Hal itu terlihat dari tindakan pemerintah yang tidak memperlakukan secara adil antara guru agama dengan guru umum dalam rekrutmen ini.

Secara khusus, Bukhori juga menyesalkan sikap Kementerian Agama yang seolah tidak serius memperjuangkan kuota formasi guru agama dalam rekrutmen guru PPPK tahun 2021.

“Kemenag adalah leading sector dalam mendorong terwujudnya tujuan pendidikan nasional, yakni pembentukan insan yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia. Akan tetapi, visi pendidikan tersebut hanya akan menjadi isapan jempol belaka apabila Kemenag tidak serius mendukung upaya pemenuhan kesejahteraan hidup para guru agama,” ucap Bukhori melalui keterangannya, Senin (8/3).

Ia melanjutkan, keberhasilan pemerintah merealisasikan tujuan pendidikan nasional tidak lepas dari peran signifikan para guru sebagai ujung tombak pendidikan nasional.

Khususnya pendidikan agama, yang merupakan modal dasar untuk membentuk peserta didik yang berilmu dan beradab, terampil secara intelektual, dan cerdas secara spiritual.

Untuk itu, Bukhori pun mendesak Kemenag untuk segera menyampaikan kebutuhan formasi guru PAI kepada Kementerian PAN-RB. Sekaligus mendorong pemerintah untuk mempertimbangkan kembali kebijakan untuk membuka formasi guru PAI dalam rekrutmen PPPK tahun ini.

Kemudian, ia juga meminta supaya dalam proses seleksi, durasi masa bakti menjadi salah satu pertimbangan utama dalam merekrut calon guru PPPK, dengan asumsi jika dalam waktu dekat usulannya berhasil direalisasikan oleh pemerintah.  

“Saya pikir menjadi tidak adil bila guru honorer PAI yang telah memiliki masa bakti cukup lama terpaksa harus bersaing dengan fresh graduate. Saya meminta para guru honorer ini bisa diprioritaskan dalam rekrutmen guru PPPK di waktu mendatang sebagai wujud apresiasi negara atas jasa mereka,” demikian Bukhori Yusuf.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya