Berita

Mantan Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Marzuki Alie/Net

Politik

KLB Sibolangit Ilegal, Marzuki Alie: Pak SBY Betul, Tapi Tak Demokratis

SENIN, 08 MARET 2021 | 01:21 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Pelanggaran Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai dalam kongres luar biasa (KLB) di Sibolangit, Deli Serdang seperti yang disampaikan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono diamini Marzuki Alie.

Namun demikian, mantan Sekretaris Jenderal Partai Demokrat itu menjelaskan bahwa AD/ART Demokrat yang saat ini berlaku dianggap tidak melalui proses dan mekanisme yang benar.

“Kalau bicara AD/ART tahun 2020, Pak SBY enggak salah, betul. (KLB) Harus disetujui oleh Ketua Majelis Tinggi, itu betul. Tapi perubahan AD/ART itu kan tidak melalui proses mekanisme yang diatur dalam anggaran dasar. Di mana, penjelasan AD/ART itu di forum kongres bukan di luar, diubah,”ucap Marzuki kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (7/3).


Menurutnya, isi AD/ART tahun 2020 yang menggantikan AD/ART sebelumnya telah mematikan sistem demokrasi di internal Partai Demokrat.

“Di mana, suara orang banyak misalnya yang menghendaki KLB itu ada 400, itu enggak bisa jalan kalau Ketua Majelis Tinggi enggak setuju,” tegasnya.

“Artinya apa? Artinya fakta ini sudah ditentukan satu orang, demokrasinya mana? Kalau kita berpandangan soal itu (AD/ART 2020), betul itu tidak akan pernah ada KLB (Sibolangit),” tandasnya.

Marzuki sendiri mengakui bahwa KLB Deliserdang yang dianggap ilegal tersebut tidak menggunakan AD/ART Partai Demokrat tahun 2020, melainkan tahun 2005.

AD/ART 2020, kata dia, tidak memenuhi unsur demokrasi karena pengurus tidak melakukan kesepakatan dan musyawarah dalam melakukan perubahan AD/ART Partai Demokrat.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Golkar: Jokowi Ikut Tren MBG karena Dekat dengan Dunia Warganet

Senin, 01 Juni 2026 | 13:12

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

UPDATE

Donald Trump Buka Peluang Bertemu Mojtaba Khamenei

Jumat, 05 Juni 2026 | 08:19

Dolar AS Melemah dari Level Tertinggi Imbas Prospek Damai Timur Tengah

Jumat, 05 Juni 2026 | 07:52

Emas dan Perak Menguat Jelang Rilis Data Tenaga Kerja AS

Jumat, 05 Juni 2026 | 07:40

BEI Bidik Dana Besar dari Dalam dan Luar Negeri demi Topang IHSG

Jumat, 05 Juni 2026 | 07:17

Bursa Eropa Hijau, Saham Bank dan Airbus Pimpin Reli

Jumat, 05 Juni 2026 | 07:06

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Kenaikan Bahan Baku Berimbas terhadap Industri Makanan dan Minuman

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:54

Artis Fabiola Gabung Sindikat Penipuan Online

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:43

Hantu Kurs Dolar

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:28

Inflasi Kehormatan Letkol Teddy Indra Wijaya

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:08

Selengkapnya