Berita

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)/Net

Politik

Arief Poyuono Khawatir Upaya Penggulingan AHY Ganggu Kepercayaan Investor Pada Jokowi

JUMAT, 05 MARET 2021 | 16:00 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Mantan Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Gerindra Arief Poyuono mengaku khawatir dengan upaya penggulingan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan cara-cara premanisme mencoreng kepercayaan investor pada Presiden Joko Widodo.

"Kangmas @jokowi, salah satu poin masuk investor ke Indonesia karena kangmas berhasil menjaga stabilitas politik nasional baik di legislative dan menangani koalisi parpol," kata Arief dalam keterangan tertulis, Jumat (5/3).

Namun, kata Arief, kegiatan yang diklaim sepihak sebagai KLB Partai Demokrat yang terkesan dipaksakan ini akan membuat keraguan pada investor. Terlebih, Arief mengingatkan, disaat situasi pandemi Covid-19 ini tidak mudah merayu investor untuk menanamkan modalnya.


"Kangmas harus bisa mengerti ini jika pengambilan partai Demokrat dilakukan dengan cara cara premanisme. Maka kredibilitas kangmas sebagai presiden yang berhasil menjaga stabilitas politik nasional bisa membuat keraguan investor untuk masuk ke Indonesi," ujar Arief mengingatkan Jokowi.

Menurutnya, disaat inilah dibutuhkan kesolidan internal bangsa secara keseluruhan tanpa terkecuali untuk sama-sama menjaga stabilitas politik dan sosial. Dengan begitu, Indonesia bisa keluar sebagai bangsa pemenang di tengah pandemi Covid-19 yang merontokan semua negara yang ada di dunia.

"Juga agar semua program-program pemulihan ekonomi di saat Covid-19 tidak terganggu," pungkas Arief.

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya