Berita

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono saat memberikan keterangan pers/RMOL

Presisi

Operasi Makin Masif, Polri Klaim Kelompok Ali Kalora Terjepit

RABU, 03 MARET 2021 | 19:31 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Hingga saat ini Satgas Operasi Tinombala makin memperluas daerah operasi. Dengan begitu, aktivitas kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso pimpinan Ali Kalora kini kian terdesak. Situasi ini diharapkan membuat pengejaran jadi lebih mudah.

Demikian yang disampaikan Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (3/3).

"Setelah TNI dan Polri banyak di sana, aktivitas mereka semakin terjepit. Mudah-mudahan bisa segera diselesaikan kelompok Ali Kalora ini," kata Rusdi.


Rusdi menambahkan, aparat gabungan yang bergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Operasi Madayo Raya terus melakukan pengejaran terhadap kelompok MIT hingga ke pegunungan di Poso, Parigi Moutong, dan Sigi, yang merupakan daerah gerilya mereka.

Bahkan, pada Senin (1/3) dua dari anggota MIT yakni Samir alias Alfin dan Irul tewas akibat kontak senjata dengan Satgas di Dusun Andole, Desa Tambarana, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Poso, Sulawesi Tengah.

Keduanya bagian dari daftar pencarian orang terkait terorisme di Poso. Pihak Polda Sulawesi Tengah menyatakan, dengan tewasnya dua orang itu, maka anggota MIT tersisa 9 orang, termasuk Ali Kalora.

Rusdi pun mengatakan, aparat gabungan juga mendalami pemasok logistik untuk kelompok MIT Poso pimpinan Ali Kalora itu.

"Yang jelas kalau keberadaan mereka di hutan kan perlu makanan juga. Kita mendalami pihak-pihak yang memberi logistik pada kelompok ini," kata dia.


Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya