Berita

Bambang Beathor Suryadi/Net

Politik

Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya, Beathor Suryadi Bingung Dengan Sikap Ngabalin

RABU, 03 MARET 2021 | 14:36 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Sikap positif ditunjukkan Bambang Beathor Suryadi dengan memenuhi panggilan Polda Metro Jaya menyusul pelaporan dirinya oleh staf khusus kepresidenan, Ali Mochtar Ngabalin. Pelaporan tersebut terkait dengan cuitannya di media sosial pada 2 Desember silam.

Mantan eselon 1 di KSP tersebut pun merasa heran atas laporan yang dilakukan oleh Ali Ngabalin terhadap dirinya.

"Saya heran dan bingung. Saya tidak pernah secara langsung mengatakan kepada Ngabalin, akan tetapi hanya merupakan sebuah protes terhadap perilaku yang sangat tidak wajar yang dilakukan oleh KPK sehubungan dengan tidak ditangkapnya Ngabalin pada saat operasi tangkap tangan KPK terhadap mantan Menteri KKP sehubungan dengan suap benih lobster, di mana Ngabalin satu rombongan (KKP) dari Amerika Serikat," beber Beathor melalui keterangannya yang diterima Redaksi, Rabu (3/3).


"Dan itu merupakan hak konstitusi masyarakat dalam menyampaikan pendapat," sambungnya.

Terkait pemeriksaan di Polda Metro, koordinator kuasa hukum Beathor Suryadi, Nandang Wira Kusumah mengatakan, kliennya dicecar 17 pertanyaan oleh penyidik subdit IV Tipid Siber Dit Krimsus Polda Metro Jaya terkait laporan Ali Ngabalin.

"Ada 17 pertanyaan seputar laporan Ngabalin. Pasal yang disangkakan adalah pasal 27 ayat (3), UU Nomor 19 Tahun 2016, pasal 310 KUHP tentang informasi dan transaksi elektronik dan pasal 311 KUHP yang terjadi 2 Desember 2020 silam," ujarnya.

Wira, sapaan akrabnya, mendesak Dewan Pengawas KPK harus segera mengambil langkah hukum atas hal yang dilakukan Novel Baswedan yang telah melepas Ngabalin dalam operasi tangkap tangan tersebut.

"Harusnya Dewan Pengawas KPK mengambil tindakan tegas terhadap Novel Baswedan yang telah melepas Ngabalin," tambah Wira.

"Kan masih ada waktu 1 x 24 jam untuk bisa dilepaskan, dan itu juga jika terbukti tidak bersalah," pungkasnya.

Saat menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Beathor Suryadi didampingi oleh kurang lebih 20 pengacara yang tergabung dalam Tim Advokasi.

Di antaranya Agus Rihat P Manalu Direktur Perhimpunan Advokat Pro Demokrasi (PAPD), Wira Nandang Kusuma Sekjen Perhimpunan Advokat Pro Demokrasi (PAPD). Serta para advokat senior seperti Eggi Sujana, Sirra Prayuna, Effendi Saman, dan Ridwan Hamadi Daulay, juga Arie (Repdem) Edwan Hamidi Daulay.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Konversi LPG Ke CNG Jangan Sampai Jadi "Luka Baru" Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:11

Apa Itu Love Scamming? Waspada Ciri-Cirinya

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:04

Rano Karno Ingin JIS Sekelas San Siro

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Geram Devisa Hasil Ekspor Sawit-Batu Bara Tak Disimpan di Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:42

KPK Didesak Tetapkan Tersangka Baru Kasus Korupsi DJKA

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:38

Ini Strategi OJK Jaga Bursa usai 18 Saham RI Dicoret MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:35

Cot Girek dan Ujian Menjaga Kepastian Hukum

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:27

Prabowo Bakal Renovasi 5 Ribu Puskesmas dari Duit Sitaan Satgas PKH

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:25

Prabowo Siapkan Satgas Deregulasi demi Pangkas Keruwetan Izin Usaha

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:11

Kementerian PU Bangun Akses Tol, Maksimalkan Konektivitas Kota Salatiga

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:02

Selengkapnya