Berita

Mendiang Artidjo Alkostar dikenal sebagai sosok yang sederhana/Net

Politik

Bukti Integritas Tinggi, Harta Artidjo Alkostar Hanya Ratusan Juta Selama 18 Tahun Jadi Hakim Agung

SENIN, 01 MARET 2021 | 09:50 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Sosok anggota Dewan Pengawas (Dewas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Artidjo Alkostar, yang meninggal Minggu kemarin (28/2) tak hanya dikenal punya integritas tinggi. Tapi juga adalah sosok yang sangat sederhana untuk tataran seorang pejabat negara.

Sebagai seorang pejabat negara, mendiang Artidjo sudah menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) kepada KPK terakhirnya pada 2019.

Nah, berdasarkan LHKPN yang dikutip Kantor Berita Politik RMOL, Senin (1/3), Artidjo tercatat mempunyai total harta sebesar Rp 922,25 juta.


Bahkan dalam LHKPN, mantan Hakim Agung itu tidak memiliki kendaraan bermotor. Dalam LHKPN, kolom alat transportasi dan mesin nihil. Artidjo juga tercatat tidak punya surat berharga.

Rincian berikutnya, untuk tanah dan bangunan bernilai Rp 700 juta seluas 197 m2 di Sleman. Lalu harta bergerak lainnya tercatat senilai Rp 19 juta, serta kas dan setara kas sebesar Rp 203.258.912.
 
Selain yang tercatat di LHKPN, Artidjo tidak lagi punya harta dalam bentuk apa pun.
 
Kepergian Artidjo untuk selama-lamannya membuat pihak KPK berduka. Rencananya, jenazah almarhum akan dikebumikan di Komplek Pemakaman UII, Kampus Terpadu UII, Jalan Kaliurang KM 14,5 Sleman, Yogyakarta, hari ini, Senin (1/3).
 
"Kami sangat berduka cita atas wafatnya anggota dewas KPK Pak Artidjo Alkostar, tokoh hukum nasional yang penuh integritas," kata Pelaksana tugas (Plt) Jurubicara KPK bidang penindakan, Ali Fikri, Minggu (28/2).

Artidjo Alkostar menjabat Hakim Agung sejak 2000 hingga 2018. Di antara kasus besar yang sempat ditanganinya adalah kasus proyek Hambalang, suap impor daging, dan suap Ketua Mahkamah Konstitusi.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya