Berita

Presiden Xi Jinping/Net

Dunia

Pengamat: Pengalaman China Dalam Memberantas Kemiskinan Layak Dicontoh Negara-negara Miskin di Dunia

SABTU, 27 FEBRUARI 2021 | 14:42 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sejumlah pengamat dan pehabat tinggi luar negeri mengatakan, kesuksesan China  dalam memerangi kemiskinan menawarkan inspirasi dan layak dipelajari oleh negara-negara lain yang masih dilanda kemiskinan.

China telah sukses melakukan pengentasan kemiskinan ekstrem di negaranya. Hal itu diumumkan langsung oleh Xi Jinping dalam pertemuan akbar yang diadakan di Beijing pada hari Kamis lalu.

“Presiden Xi dengan gamblang menjelaskan bahwa kemiskinan bukanlah takdir manusia,” kata Humphrey Moshi, seorang profesor ekonomi dan direktur Pusat Kajian China di Universitas Dar es Salaam di Tanzania, seperti dikutip dari Xinhua, Sabtu (27/2).


“Pemimpin Tiongkok itu mengatakan kemiskinan dapat diberantas dengan menggunakan sumber daya alam yang tersedia dan menambah nilai padanya, dan penggunaan teknologi, seperti yang dilakukan Tiongkok, juga penting untuk memerangi kemiskinan,” kata profesor itu, seraya menekankan bahwa dalam memerangi kemiskinan, China memiliki banyak hal yang perlu dipelajari oleh Afrika.

Sementara itu, kepala Departemen Ekonomi dan Politik China di Tashkent State University of Oriental Studies, Uzbekistan, Anri Sharapov mengatakan China telah menciptakan ‘contoh yang baik’ dalam pengentasan kemiskinan dan memberikan kontribusi besar bagi pengentasan kemiskinan global.

“Pengalaman China dalam memberantas kemiskinan sangat menarik bagi Uzbekistan,” kata Sharapov, mencatat bahwa dengan tujuan strategis berbasis ilmiah, China berhasil menyatukan sumber daya yang diperlukan untuk melakukan tugas-tugas besar.

Menekankan bahwa perang melawan kemiskinan telah menjadi tugas mendesak bagi dunia di tengah pandemi, Sharapov mengatakan setiap negara harus segera belajar dari pengalaman Tiongkok untuk memberi manfaat bagi rakyatnya dan mencapai pembangunan sosial.

Pendapat lainnya juga datang dari juru bicara Kremlin Dmitry Peskov. Dia mengatakan, bahwa pencapaian China dalam pengurangan kemiskinan mengarah pada pembangunan sistematis, terlepas dari semua kesulitan yang muncul sehubungan dengan krisis Covid-19 dan pasca - perkembangan pandemi.

Vladimir Petrovsky, kepala peneliti di Institute of Far Eastern Studies of the Russian Academy of Sciences, menyebut pengalaman China dalam memerangi kemiskinan akan sangat berguna bagi dunia, karena pencapaian ini mencontohkan daya tarik jalur perkembangan sosialisme dengan karakteristik China, kata .

“Ini pencapaian yang sangat jelas dan signifikan,” katanya.

Sementara itu, juru bicara presiden Nigeria, Garba Shehu mengatakan “Kita semua adalah saksi sejarah yang telah dicatat China dalam mencapai tujuan pengentasan kemiskinan pada tahun 2020,” seraya menambahkan bahwa model pengentasan kemiskinan yang ditargetkan “sangat penting bagi semua negara di negara itu. dunia untuk dipelajari.”

Serupa dengan itu, Al Mamun Mridha, sekretaris jenderal Kamar Dagang dan Industri China Bangladesh, mengatakan bahwa “dunia telah menyaksikan keberhasilan besar China dalam memerangi kemiskinan absolut dan mencapai tujuan ekonomi.”

Profesor ilmu politik di Universitas Kairo, Nourhan al-Sheikh, mengungkapkan bahwa keberhasilan China dalam memerangi kemiskinan tak lepas dari peran kepemimpinan yang kuat dari Partai Komunis China dan upaya bersama pemerintah di semua tingkatan.

“Tentu, ini juga menjadi pengalaman yang menginspirasi dunia,” ujarnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya