Berita

Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) Iwan Sumule/Net

Politik

Iwan Sumule Khawatir “Jurus Salah Ketik” Bisa Membuat Terduga Koruptor Bansos Bebas

JUMAT, 26 FEBRUARI 2021 | 20:18 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Hilangnya nama politisi PDIP Ihsan Yunus dalam surat dakwaan untuk Harry Van Sidabukke selaku penyuap mantan Menteri Sosial Juliari P. Batubara memunculkan tanda tanya besar.

Sebab, dalam rekonstruksi KPK, terlihat jelas Harry sempat memberikan uang dan dua unit sepeda Brompton kepda Agustri Yogasmara yang disebut penyidik sebagai operator Ihsan Yunus.

Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) Iwan Sumule khawatir ketidakadaan nama Ihsan Yunus ini memang disengaja. Artinya, bukan salah ketik melainkan memang tidak diketik dalam dakwaan. Sekalipun dalam rekonstruksi yang dilakukan penyidik KPK, Ihsan Yunus tampak mengirim operator untuk menerima uang dari Harry.


Bagi Iwan Sumule, hilangnya nama mantan Wakil Ketua Komisi VIII DPR tersebut merupakan hal yang biasa saja, jika berkaca dari kasus Harun Masiku.

“Nama Ihsan Yunus hilang, padahal muncul dalam rekonstruksi KPK. Harun Masiku yang wujud orang saja hilang, apalagi hanya berupa ‘huruf-huruf’?” tuturnya kepada redaksi, Jumat (26/2).

Namun demikian, Iwan Sumule mengingatkan bahwa pemberantasan korupsi akan semakin suram jika penegak hukumnya tidak berani, tidak jujur, dan bahkan kemudian malah mengaburkan atau menghilangkan fakta.

“Motto KPK ‘Berani Jujur Hebat’ kemudian sebatas jadi ‘gincu’ yang umumnya dipakai wanita,” tegasnya.

Sementara menilik sejumlah kasus yang pernah terjadi di era Presiden Joko Widodo, Iwan Sumule mencatat bahwa terkadang ada fenomena salah ketik untuk memuluskan sesuatu.

Contohnya proses Omnibus Law UU Cipta Kerja yang banyak salah ketik usai disahkan DPR.

“Jika berkaca dari proses UU Omnibus Law, sepertinya di era pemerintahan Jokowi ini untuk muluskan persekongkolan pakai ‘jurus salah ketik’,” duganya.

Terlepas dari itu semua, Iwan Sumule khawatir jika “jurus salah ketik” masih terus terjadi, khususnya di KPK, maka penjahat kelas kakap akan lolos terus.

Dalam kasus bansos, dia turut menyoroti lambannya KPK menggarap Ketua Komisi III DPR, Herman Hery, yang oleh pemberitaan Tempo disebutkan bahwa perusahaan yang terafiliasi olehnya dan Ihsan Yunus mendapat jatah bansos sebanyak Rp 3,4 triliun.

Dari nilai tersebut, yang mengalir ke perusahaan yang diduga terafiliasi dengan Herman Hery adalah 7,6 juta paket bantuan atau senilai 2,1 triliun.

“Herman Hery mesti segera digarap KPK sebab paling berpotensi menghilangkan barbuk dan halangi proses hukum,” tutupnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

UPDATE

Fokusmaker Sentil Azis Narang: Jangan Jual SOKSI untuk Kepentingan Politik Pribadi

Sabtu, 07 November 2026 | 18:26

Airlangga Akui Kasus Penyadapan pada Presiden Ganggu Sentimen Investor

Sabtu, 07 November 2026 | 18:17

Bantah Terlibat Penyadapan Ilegal, Bahlil: Ini Ulah Abuleke

Sabtu, 07 November 2026 | 17:48

ARBI Bakal Gelar Aksi Akbar di Al-Azhar, Ini Lima Tuntutannya

Sabtu, 07 November 2026 | 17:40

HUT ke-73 KPU Dirayakan Sederhana, Refleksi Integritas Bareng Para Mantan

Sabtu, 07 November 2026 | 16:45

Ketum Peradi Profesional: Advokat Bukan Pelengkap Peradilan

Sabtu, 07 November 2026 | 16:08

Menimbang Perpres 107/2026 dan Dampaknya pada Kelancaran Pengadaan Energi

Sabtu, 07 November 2026 | 15:48

Tekanan Jual Mereda, Harga Bitcoin Menguat ke 75.928 Dolar AS

Sabtu, 07 November 2026 | 15:40

Film Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang Tayang Jelang Imlek

Sabtu, 07 November 2026 | 15:18

Pangdam XXII/Tambun Bungai Pimpin Pemulangan Jenazah Sertu Anumerta Heri Prasetyo ke Kediri

Sabtu, 07 November 2026 | 15:14

Selengkapnya