Berita

Anggota Dewan Pakar ICMI Anton Tabah/Net

Nusantara

Anggota Dewan Pakar ICMI Dorong Polri Tes Narkoba Lewat Rambut

JUMAT, 26 FEBRUARI 2021 | 00:12 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Anggota Dewan Pakar ICMI Anton Tabah menyampaikan, Polri harus mengambil momentum dengan melakukan pemeriksaan narkoba melalui rambut pasca peristiwa penembakan di kafe RM, Cengkareng oleh Bripka CS.

Langkah ini juga merupakan bagian daripada pencegahan penyalahgunaan narkoba dan minuman keras (miras). Sehingga kejadian yang mencoreng institusi seperti mantan Kapolsek Astana Anyar yang pesta sabu bersama anggota dan Bripka CS yang mabuk lalu menembak hingga tiga nyawa melayang tidak terjadi lagi.

"Karena rambut lebih efektif dan tahan lama daripada urine. Walaupun pasca 3 bulan mengonsumsi narkoba atau miras masih bisa diteksi lewat rambut tersebut," kata Anton dalam keterangan tertulis kepada wartawan di Jakarta, Kamis (25/2).


Tes ini, sambung Anton idealnya dilakukan setiap persemester atau enam bulan sekali. Tes narkoba melalui rambut ini juga bisa dilakukan untuk menscreening setiap promosi jabatan dan pendidikan kejuruan di internal Kepolisian.

"Insha Allah tidak ada lagi anggota Polri yang lolos jadi pengguna narkoba atau miras yang sangat memperburuk citra Polri," pungkas Anton.

Disisi lain, mantan jenderal bintang satu Polri ini menyarankan agar Korps Bhayangkara melakukan evaluasi secara menyeluruh sejak mulai dari rekrutmen anggota Kepolisian.

Karena menurut Anton, setiap anggota polisi haruslah manusia yang diatas rata-rata.

"Calon polisi adalah manusia linuwih unggulan karena yang dihadapi manusia langsung dan musuh-musuh yang tak tampak sulit diprediksi," tandasnya.




Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Mafia Infrastruktur Diduga Kepung Menteri Dody Lewat Isu Miring

Kamis, 06 Agustus 2026 | 00:05

Menhan hingga Ketua Komisi I DPR Terima Brevet Korps Marinir

Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:46

Ketimpangan Penduduk Meningkat, Gini Ratio Naik ke 0,368

Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:22

Mahkamah Agung Diminta Evaluasi Ketua PN Jakarta Timur

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:38

Gempa M 6,4 Guncang Kepulauan Talaud, Tidak Ada Korban Jiwa

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:31

Kader Golkar Wonosobo Ngadu ke DPP soal Dua Kali Musda

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:14

Di Balik Tribun Sunyi Piala Presiden, Puluhan Pecalang Jaga Harmoni El Clasico

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:09

Kisruh Diadukan ke Bahlil, Mafa Uswanas Diusulkan jadi Plt Ketum AMPI

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:50

Pergeseran Public Goods Sektor Kesehatan

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:40

BRAINS Demokrat Kolaborasi Bareng IRI Perkuat Demokrasi Lintas Negara

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:17

Selengkapnya