Berita

Larva Lalat Serdadu Hitam/Net

Jaya Suprana

Asyik Beternak Lalat Serdadu Hitam

KAMIS, 25 FEBRUARI 2021 | 09:34 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

DI dalam naskah Meniti Titian Lalatomologi (21 Februari 2021) saya mengaku tidak pernah memelihara lalat dengan alasan lalat binatang jorok.

Saya tidak berdusta, namun mahaguru data bisnis saya, Drs Christianto Wibisono dan mahaguru entomologis saya, Prof. Damayanti Buchori menyadarkan saya bahwa di masa kini ada jenis lalat yang popular untuk dipelihara bahkan diternak oleh manusia.

Nilai Ekonomis



Lalat Serdadu Hitam adalah anggota keluarga Stratiomyudae yang secara ilmiah disebut sebagai Hermetia illucens.

Di alam, lalat serdadu hitam memiliki peran penting dalam ekosistem. Larva LSH mampu mendaur-ulang sampah menjadi bahan yang berharga bagi umat manusia yaitu pupuk.

Larva lalat serdadu hitam juga siap didayagunakan sebagai pakan berkandung lemak dan protein bagi unggas ternak seperti ayam.

Beda dari lalat rumah, LSH tidak membawa penyakit bagi manusia dan tidak memiliki daya rusak terhadap kulit manusia maka sangat aman untuk diternak secara massal.

Bahkan praktis semua perusahaan online seperti Amazon, Ebay, Alibaba, asyik memperjual-belikan telur lalat serdadu hitam merupakan fakta yang membuktikan secara tak terbantahkan bahwa lalat serdadu hitam memiliki nilai bisnis cukup bermakna bagi umat manusia.

Tokopedia memasang harga Rp 6.000 untuk per gram larva lalat hitam serdadu di samping Rp 10.000 untuk per gram telur black fly soldiers Singapura dan China giat mengembangkan komoditas lalat serdadu hitam baik untuk pasar dalam negeri mau pun ekspor termasuk Amerika Serikat yang mulai asyik memerangi sampah dengan larva LSH.

Pemkot Magelang mempelopori gerakan mengerahkan laskar Lalat Serdadu Hitam untuk memerangi sampah.

Demi mandiri memenuhi kebutuhan kota Magelang atas larva LSH maka didirikan UMKM dan koperasi peternakan Lalat Serdadu Hitam.

Hidangan Lezat


Memang lalat serdadu hitam beserta larvanya tampak menjijikkan bagi manusia namun merupakan makanan lezat bagi ayam yang sangat menggemarinya.

Untuk sukses berternak lalat serdadu hitam kita perlu mengenal daur-hidup serangga unik ini. Setiap ekor lalat serdadu hitam hanya mampu hidup selama sekitar 45 hari yang terbagi menjadi tiga tahapan.

Seekor lalat serdadu hitam hanya hidup selama sembilan hari bahkan kerap tidak bisa melampaui lima hari akibat diterkam para predator.

Meski usia pendek namun setiap betina lalat serdadu hitam bisa bertelur sampai 800 biji yang sengaja diletakkan di dekat sampah atau makanan busuk.

Dalam empat hari telur menetas menjadi larva. Larva merupakan tahapan terlama bagi lalat serdadu hitam yaitu dua minggu. Pada masa itu setiap larva lalat serdadu hitam mengolah sampah dan benda busuk untuk menjadi pupuk yang bermanfaat untuk menyuburkan tanaman pertanian dan perkebunan manusia.

Pada tahapan terakhir larva memetamofosakan diri menjadi lalat serdadu hitam dewasa yang mengandung nutrisi yang dibutuhkan para predator serangga mulai dari cicak, tokek sampai sesama serangga seperti belalang sembah mau pun tawon carnivora bahkan juga tanaman seperti kantong semar atau bunga rafflesia.

Lalat serdadu hitam memang merupakan bagian hakiki yang melekat pada ekosistem sebagai lingkaran kehidupan di planet bumi ini.

Tidak mengherankan bahwa FAO sebagai lembaga makanan dan agrokultur PBB meyakini bahwa jenis mahluk hidup yang paling berguna bagi umat manusia di masa depan adalah serangga. Termasuk lalat serdadu hitam.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya