Berita

Plh Walikota Semarang, Iswar Aminuddin/RMOLJateng

Nusantara

Semarang Banjir Lagi, Tol Harbour Harus Segera Direalisasikan

KAMIS, 25 FEBRUARI 2021 | 02:50 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Hujan lebat kembali mengguyur Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa sore (23/2).

Meski hanya beberapa jam saja, namun curah hujan yang tinggi membuat beberapa wilayah di Kota Semarang kembali tergenang. Salah satunya di pusat kota, kawasan Kota Lama, dan daerah timur Semarang seperti Kaligawe.

Meski demikian, belajar dari banjir dua minggu sebelumnya, semua pompa langsung diaktifkan dan dalam waktu dua jam genangan di pusat kota bisa teratasi.


Namun berbeda dengan kawasan Kota Lama dan timur Kota Semarang yang masih tergenang hingga Rabu (24/2).

Plh Walikota Semarang, Iswar Aminuddin mengaku kaget dengan banjir yang kembali melanda Kota Semarang, padahal hujan yang terjadi tidak sampai sehari.

Iswar menilai pembangunan tol harbour menjadi kunci permasalahan banjir yang ada di Kota Semarang terutama di wilayah timur.

"Persoalannya di bagian timur, tiap ada hujan deras pasti ada genangan," kata Iswar dikutip Kantor Berita RMOLJateng, Rabu (24/2).

"Kenapa ini terjadi? Karena Sungai Tenggang dan Sringin kapasitas pompanya memang butuh penamabahan. Perencanaan lebih makronya memang kita menunggu tol harbour karena nantinya akan ada penambahan kapasitas pompa hingga 40 ribu liter per detik," imbuhnya.

Diakui Iswar, semua pompa yang dimiliki Kota Semarang sudah dimaksinalkan. Bahkan pompa portabel juga dijalankan, namun karena banyaknya cekungan di beberapa titik membuat genangan kembali datang.

"Harapannya dengan adanya tol harbour ini, nantinya area timur seperti Genuk, Pedurungan, Gayamsari bisa teratasi, untuk saat ini kita akan maksimalkan pompa yang kita miliki, apalagi saat ini lebih cepat karena volume banjirnya tidak seperti banjir yang kemarin," harapnya.

Banjir yang terjadi kemarin, menurut Iswar, karena dari Dinas PU belum sempat menyelesaikan semua pengerukan sedimentasi. Sehingga ketika hujan kembali datang, sisa sedimentasi menutup saluran drainase dan membuat genangan di beberapa kawasan.

"Saluran drainase itu kalau terjadi banjir akan membawa sedimen, dan saya sudah pesan ke PU setiap pasca banjir saluran segera dibersihkan karena pasti akan membawa sedimentasi karena pembangunan yang teradi di hulu kan banyak sekali dan sedimentasi terbawa air dan masuk ke saluran," jelasnya.

Iswar mengatakan, perlu ada evaluasi terkait drainase, yakni penghitungan pembuatan saluran drainase tidak hanya dihitung pada sata pembuatan saja, tapi juga harus mengikuti perubahannya seiring berjalannya waktu.

"Drainase di hitung pada saat itu, tapi perubahan perilaku pembangunan akan membawa dampak, apalagi jika pembangunan tidak diimbangi dengan perhitungan yang matang maka akan merubah kondisi," tuturnya.

Pemerintah Kota Semarang sebenarnya telah memiliki detail engineering desain (DED) dan telah mengkaji untuk penambahan kapasitas daya tampung drainase. Hanya saja, pihaknya membutuhkan dana sekitar Rp 800 miliar-Rp 1 triliun untuk hal itu.

"Mudah-mudahan setelah harbour toll road ini selesai dengan menambah kapasitas selesai maka akan diadakan reboisasi, jadi kita akan galakkan tidak boleh membuang sampah di sungai dan bantaran sungai pada posisi yang seharunya, sehingga perawatan sungai diperhatikan sehinga tidak ada sedimentasi," pungkasnya.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Mafia Infrastruktur Diduga Kepung Menteri Dody Lewat Isu Miring

Kamis, 06 Agustus 2026 | 00:05

Menhan hingga Ketua Komisi I DPR Terima Brevet Korps Marinir

Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:46

Ketimpangan Penduduk Meningkat, Gini Ratio Naik ke 0,368

Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:22

Mahkamah Agung Diminta Evaluasi Ketua PN Jakarta Timur

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:38

Gempa M 6,4 Guncang Kepulauan Talaud, Tidak Ada Korban Jiwa

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:31

Kader Golkar Wonosobo Ngadu ke DPP soal Dua Kali Musda

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:14

Di Balik Tribun Sunyi Piala Presiden, Puluhan Pecalang Jaga Harmoni El Clasico

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:09

Kisruh Diadukan ke Bahlil, Mafa Uswanas Diusulkan jadi Plt Ketum AMPI

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:50

Pergeseran Public Goods Sektor Kesehatan

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:40

BRAINS Demokrat Kolaborasi Bareng IRI Perkuat Demokrasi Lintas Negara

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:17

Selengkapnya