Berita

Goodie bag Bansos/Net

Politik

Jangan Sampai Isu Hukuman Mati Menenggelamkan Pencarian Pelaku Utama Korupsi Bansos

SENIN, 22 FEBRUARI 2021 | 08:24 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus mengusut tuntas korupsi bantuan sosial (bansos) hingga ke sosok pelaku utama yang merencanakan segala hal.

Hal itu ditegaskan oleh Direktur Pusat Studi Konstitusi (PuSaKo) Universitas Andalas, Feri Amsari yang berharap KPK tidak hanya memperdebatkan lebih dalam soal hukuman mati dibanding mencari sosok pelaku utama.

"Kasus ini perlu secara utuh memastikan siapa saja yang terlibat. Jangan sampai isu hukuman mati lebih banyak diperdebatkan dibandingkan siapa pelaku utama yang merencanakan segala hal," ujar Feri kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (22/1).


Selain itu, kata Feri, KPK juga harus memastikan peran para pelaku yang juga terlibat dalam perkara yang menjerat Juliari Peter Batubara (JPB) saat menjabat sebagai Menteri Sosial. Menurutnya, korupsi tidak pernah dilakukan sendirian dan pasti melibatkan banyak kekuasaan.

“Menteri-menteri tidak bertindak sendirian, bukan tidak mungkin terdapat kekuasaan lain yang juga terlibat. Seperti DPR dan politisi lain yang berkuasa," jelas Feri.

Sebab, sambungnya, korupsi bansos di masa pandemi Covid-19 merupakan perbuatan yang kejam dan tidak manusiawi.

"Itu sebabnya sanksinya berat. Siapapun pelakunya tanpa terkecuali," pungkasnya.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Usai Raup Dana Jumbo, Danantara Diminta Transparan Soal Penyaluran Investasi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:13

SLA Lampaui Target, Helita jadi Andalan Baru Layanan Digital Tangsel

Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:09

Garda Bangsa: Program Pemerintah Dirasakan Masyarakat, Harus Dikawal

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:37

TVRI Jelaskan Proses, Cakupan, dan Distribusi Hak Siar FIFA hingga 2027

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:06

AMMSI: Penyesuaian Operasional MBG Perkuat Efisiensi Anggaran dan Tata Kelola Program

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:00

Ace Hasan Dorong Alumni UIN Jakarta Terus Berkontribusi untuk Bangsa

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:24

Program 3 Juta Rumah Dipercepat, Pemerintah dan Danantara Bahas Meikarta hingga Inpres Baru

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:08

Tiga Besar Fortune Southeast Asia 500, Pertamina: Motivasi Perkuat Ketahanan Energi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03

Saham Intel Melesat Usai Pernyataan Trump

Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:32

Polisi Ungkap Rekayasa Perampokan di Menteng, Pelaku Dendam ke Korban Sejak 2020

Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:05

Selengkapnya