Berita

Presiden Joko Widodo meninjau banjir, saat masih menjabat sebagai gubernur DKI/Net

Suluh

Momentum Jokowi Buktikan Penanganan Banjir DKI Itu Mudah

MINGGU, 21 FEBRUARI 2021 | 23:27 WIB | OLEH: WIDIAN VEBRIYANTO

Hujan dengan intensitas tinggi telah membuat wilayah DKI Jakarta dan daerah penyangga mengalami banjir pada Sabtu (20/2). Sebagian bahkan masih belum surut hingga Minggu malam (21/2).

Permasalahan banjir yang terus berulang setiap tahunnya ini cukup menyita perhatian publik. Terlebih lagi ada daerah yang kemudian berjuluk sebagai “langganan banjir”. Artinya sudah bertahun-tahun daerah itu kebanjiran dan tidak ada penanganan yang berarti.

Sorot publik kemudian tertuju pada banjir DKI Jakarta. Sorotan ini kental dengan muatan “dendam pilgub” di tahun 2017 lalu. Di mana petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok tumbang oleh Anies Baswedan.


Anies disorot dan anggapan gagal menangani banjir dimunculkan di media sosial. Namanya dibandingkan dengan Jokowi dan Ahok, yang dielukan sebagai pahlawan karena berhasil menangani banjir DKI di era mereka.

Sebenarnya, klaim ini cukup aneh. Sebab, jika memang Jokowi dan Ahok berhasil menangani banjir DKI dengan program normalisasi sungai yang diusung, maka seharusnya per hari ini juga tidak banjir. Sebab, masalah banjir tahunan itu sudah berhasil ditangani mereka berdua.

Tapi nyatanya, banjir masih terjadi dan daerah terdampak tidak jauh beda saat era Jokowi dan Ahok.

Saat menjadi gubernur DKI, Jokowi mengakui bahwa penanganan banjir DKI Jakarta akan lebih mudah ditangani oleh seorang presiden. Pasalnya ada 13 sungai yang mengalir di ibukota dan menjadi kewenangan pusat.

Selain itu, presiden juga bisa berkoordinasi dengan pemerintah daerah lain di sekitar DKI Jakarta untuk mencari solusi. Kata Jokowi kala itu, solusi bisa berupa penanaman pohon di daerah aliran sungai di hulu, di wilayah Bogor. Bisa juga, masih kata Jokowi, dibuat sebuah bendungan untuk menampung air.

Kini Presiden Joko Widodo sudah menjadi presiden. Jokowi tentu sudah paham akar dari masalah banjir di Jakarta. Bahkan diyakini pula mantan walikota Solo itu juga sudah paham tentang masalah banjir di Bekasi juga wilayah Tangerang, yang menjadi penyangga ibukota.

Jokowi juga merupakan pemimpin yang lahir dari kesuksesannya memimpin daerah, mulai dari Solo hingga ke naik ke tahap provinsi di Jakarta.

Artinya, ayah dari Gibran Rakabuming Raka tersebut barang tentu sudah tahu bagaimana seorang kepala daerah harus berkoordinasi dalam mengatasi masalah bersama.

Singkatnya, Jokowi kini memiliki kuasa juga pengalaman yang mumpuni untuk mengatasi banjir. Apalagi sejak sebelum jadi gubernur DKI, Jokowi mengatakan bahwa menangani banjir ibukota mudah. Bahkan saat akan menjadi presiden, Jokowi menyebut bahwa penanganan itu akan menjadi lebih mudah lagi jika dirinya menjadi presiden.

Jokowi sudah memasuki tahun keduanya memimpin Indonesia di periode kedua. Artinya, Presiden Jokowi yang masih mendapat amanah hingga tahun 2024 harus memanfaatkan momentum banjir ini untuk memberi terobosan nyata agar ibukota dan daerah penyangga tidak lagi terendam.

Jokowi tentu tidak ingin dikenang warga DKI sebagai pemimpin yang masih berutang janji di akhir masa amanahnya nanti.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Direksi BUMN Butuh Kepastian Hukum, Bukan Kekebalan

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:59

Menkop dan Wantimpres Rocky Gerung Hadiri Pra Kongres Syarikat Islam ke-42

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:50

Kakak Kandung Ridwan Kamil Dicecar KPK soal Kasus Korupsi bjb

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:46

IHSG Menguat 1,36 Persen, Rupiah Masih Dibayangi Konflik Timur Tengah

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:38

Legislator PDIP Ungkap Sejumlah Isu yang Dibahas dalam Revisi UU Pemilu

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:21

BOP Pantura Bentukan Prabowo untuk Jaga Kawasan Pesisir

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:04

Perampasan Aset Tanpa Pemidanaan Rentan Disalahgunakan

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:56

Warek Unsoed Dicecar KPK soal Mekanisme PMB Jalur Mandiri

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:37

Fitch Pertahankan Rating Tertinggi BTN, Peran di Program 3 Juta Rumah jadi Kunci

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:35

GWS Dorong UMKM jadi Ruang Perempuan Perkuat Peran Ekonomi

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:25

Selengkapnya