Berita

Kuba mendorong penelitian vaksin Covid-19 yang diberi nama Sovereigen 2/Net

Dunia

Vaksin Covid-19 Buatan Kuba Selangkah Menunju Lampu Hijau

JUMAT, 19 FEBRUARI 2021 | 22:42 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Di tengah perlombaan dan kampanye vaksin Covid-19 di ranah global, Kuba menjadi negara yang "diam-diam" hampir menyelesaikan vaksin Covid-19 buatan dalam negeri.

Pemerintah Kuba baru-baru ini mengumumkan bahwa mereka berada di ambang pencapaian ilmiah yang luar biasa, yakni produksi massal vaksin Covid-19 yang diberi nama Sovereign 2. Pasalnya, salah satu dari empat vaksin yang dikembangkan oleh para ilmuwan Kuba akan memasuki tahap akhir pengujian pada bulan depan.

Ini merupakan pencapaian penting, pasalnya jika vaksin Covid-19 buatan Kuba terbukti aman dan efektif, maka hal tersebut akan mendapatkan lampu hijau dari pemerintah Kuba. Dengan demikian, Kuba akan bisa memvaksinasi mayoritas penduduknya atau bahkan mengekspor vaksin pada akhir tahun ini.


Salah satu ilmuwan yang memimpin tim pengembangan vaksin, yakni Vicente Verez, mengatakan bahwa pulau tersebut dapat menawarkan vaksinasi kepada semua orang asing yang bepergian ke sana, jika sudah dapat lampu hijau dari pemerintah.

Sementara itu, pakar Kuba di Universitas California San Diego Richard Feinberg mengatakan bahwa vaksin akan jadi daya tarik ekonomi tersendiri bagi Kuba.

"Ini bukan hanya obat dan kemanusiaan, ada imbalan ekonomi yang besar jika mereka bisa mengendalikan virus," kata Feinberg.

“Ini tidak hanya akan menjadi pendapatan langsung, tetapi juga meningkatkan reputasi sektor bioteknologi farmasi Kuba, yang akan memungkinkan mereka untuk memasarkan produk medis lainnya," tandasnya seperti dikabarkan The New York Times.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Komisi I DPR: Kisruh Rating IGRS di Steam Picu Kegaduhan

Rabu, 08 April 2026 | 19:50

JK Jangan jadi Martir Pemecah Belah Bangsa

Rabu, 08 April 2026 | 19:41

Narasi Pesimis di Tengah Gejolak Global Ganggu Stabilitas Nasional

Rabu, 08 April 2026 | 19:19

Ulama Dukung Wacana BNN Larang Vape

Rabu, 08 April 2026 | 19:18

KAMMI: Kerusakan Lingkungan Tidak Bisa Selesai di Ruang Diskusi

Rabu, 08 April 2026 | 19:05

WFH Momentum Perkuat Layanan Digital

Rabu, 08 April 2026 | 19:02

Motor Listrik Operasional SPPG Sudah Direncanakan Sejak 2025

Rabu, 08 April 2026 | 19:00

Harus Melayani, Kader PKB Jangan jadi Tamu 5 Tahunan

Rabu, 08 April 2026 | 18:51

JK Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli Buat Akhiri Polemik

Rabu, 08 April 2026 | 18:44

7 Menu Warteg Paling Dicari Orang Indonesia

Rabu, 08 April 2026 | 18:42

Selengkapnya