Berita

Virtual Press Conference Kampanye, Kamis (18/2). Repro

Kesehatan

Jangan Sekedar Sarapan, Perhatikan Gizi Perkaya Serat!

KAMIS, 18 FEBRUARI 2021 | 16:04 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Membiasakan sarapan pagi sebelum memulai aktifitas baik bagi kesehatan.  Penting pula untuk memenuhi sarapan yang bergizi seimbang dan mengandung serat.

Saat ini, semakin banyak keluarga Indonesia yang sadar akan pentingnya  membiasakan sarapan di pagi hari sebelum beraktivitas. Meski kebiasaan baik ini terus meningkat, ternyata masih banyak yang abai akan pentingnya memenuhi gizi yang seimbang dan serat saat sarapan.

Dalam Virtual Press Conference Kampanye ‘Segelas Energen Sereal Kaya Serat Setiap Hari, Badan Sehat, Siap Beraktivitas,’ pada Kamis (18/2), mengemuka fakta bahwa, 9 dari 10 Penduduk Indonesia kurang mengkonsumsi serat.
 â€œSarapan yang baik adalah sarapan sehat bergizi dan mengandung serat.  Di Indonesia masih banyak masyarakat yang masih kekurangan serat, padahal serat  sangat penting, karena memiliki berbagai manfaat bagi tubuh,” ujar Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) dr. Daeng M. Faqih, SH, MH di acara itu.

 â€œSarapan yang baik adalah sarapan sehat bergizi dan mengandung serat.  Di Indonesia masih banyak masyarakat yang masih kekurangan serat, padahal serat  sangat penting, karena memiliki berbagai manfaat bagi tubuh,” ujar Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) dr. Daeng M. Faqih, SH, MH di acara itu.

Gizi seimbang dan serat yang cukup akan memperlancar metabolisme. Membuat tubuh merasa cukup mendapat asupan, sehingga tidak mudah lapar dan cenderung tidak makan berlebihan.  
“Sarapan yang baik merupakan awal penting untuk menjalani hari yang produktif dengan penuh semangat, menjaga berat badan yang sehat, dan dapat berkonsentrasi dengan baik,” tambah dia.

Ketua Umum PERGIZI Pangan Indonesia, Prof. Dr. Hardinsyah, MS, menambahkan, sarapan bergizi, berserat dan sehat penting dilakukan setiap hari. Melewatkan sarapan, terutama bagi anak usia sekolah, akan membuat tubuh menjadi lesu, kurang bersemangat, sulit berkonsentrasi sehingga membuat tidak produktif.  

Hardinsyah menambahkan, berdasarkan riset PERGIZI Pangan Indonesia pada tahun 2012, terbukti 9 dari 10 anak usia sekolah (6-12 tahun) di Indonesia  mengalami kekurangan serat saat sarapan. Padahal, terpenuhinya kebutuhan serat itu penting agar tubuh sehat dan siap beraktivitas.

“Jadi angan sarapan asal kenyang saja, tetapi harus dengan menu sarapan bergizi dan  berserat sebagai ciri sarapan sehat,” ujar dia.

Sementara itu, Brand Manager Energen Cynthia Ruslan, Sr mengatakan, sejak tahun 2015 pihaknya telah menggencarkan kampanye sarapan sehat untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya kebiasaan sarapan.

Dalam rangka memperingati Pekan Sarapan Nasional yang jatuh pada tanggal 14 �" 20 Februari 2021 dan menyambut Hari Sereal di bulan Maret 2021, Energen semakin mempertegas komitmen untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam membiasakan sarapan sehat bergizi dan mengandung serat.

Kebutuhan serat bagi tubuh sangat penting, khususnya saat sarapan.  Serat memberikan banyak manfaat bagi tubuh diantaranya hasil metabolit serat dapat meningkatkan penyerapan mineral penting, menstimulasi sel kekebalan tubuh (meningkatkan imunitas). Konsumsi serat juga dapat meningkatkan kemampuan kognitif (meningkatkan fokus dan meningkatkan daya ingat).

Sumber serat bisa didapatkan dari golongan sereal diantaranya gandum, oatmeal, beras, jagung, sorgum ataupun bisa didapatkan dari buah-buahan, sayuran, biji-bijian dan kacang-kacangan.

“Sarapan yang sehat adalah sarapan yang bergizi dan kaya serat. Serat adalah salah satu sumber nutrisi penting yang mampu bantu pencernaan untuk menyerap nutrisi secara maksimal, sehingga tubuh kita sehat dan siap beraktivitas. Melalui kampanye ini kami mengajak penduduk Indonesia untuk menerapkan kebiasaan sarapan sehat yang bergizi lengkap dan kaya serat,” ujar Cynthia.

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

UPDATE

Menteri Haji Usul BPIH 2027 Naik 10-15 Persen

Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:22

Perpres Ojol 2026 Dikebut, Ini 3 Tarif yang Bakal Diatur Pemerintah

Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:12

Film Insidious: Out of the Further Resmi Tayang di Indonesia, Ini Sinopsisnya

Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:01

Penyegaran AKD Golkar Strategis Perkuat Kinerja DPR

Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:54

Rupiah Menguat Rp17.840 Usai BI Tahan Suku Bunga

Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:38

Trump Hentikan Latihan Militer AS-Korsel Lebih Cepat Demi Hubungan Baik dengan Korut

Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:26

IGCE 2026 Momentum Indonesia Jadi Raksasa Geothermal Dunia

Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:23

Polri-Kejagung Kompak Minta Hakim Tolak Praperadilan Febrie Adriansyah

Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:21

Mantan Pelatih Pelatnas Panjat Tebing Jadi Tersangka Pelecehan Atlet

Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:01

Gerak Cepat Pemerintah Harus Dirasakan Rakyat NTT

Rabu, 19 Agustus 2026 | 16:45

Selengkapnya