Berita

Puing-puing pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang jatuh di Kepulauan Seribu pada 9 Januari 2021/RMOL

Nusantara

Pasca Kecelakaan SJ-182, Boeing Rilis Panduan Untuk Maskapai Dan Pilot

KAMIS, 18 FEBRUARI 2021 | 09:18 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Perusahaan pesawat Amerika Serikat (AS), Boeing mengeluarkan buletin teknis kepada maskapai penerbangan setelah kecelakaan Sriwijaya Air SJ-182 di Kepulauan Seribu pada 9 Januari.

Buletin yang tertanggal 15 Februari tersebut berisi imbauan kepada maskapai untuk memastikan pilot memantau secara dekat keadaan pesawat dan jalur penerbangan sebagai pencegahan hilangnya kendali.

Meski tidak secara eksplisit disebutkan terkait dengan insiden SJ-182 yang menewaskan 62 orang, tetapi buletin itu membahas salah satu bidang yang berpotensi menjadi penyebab kecelakaan pesawat Boeing 737-500 tersebut.


"Kesadaran awak pesawat tentang kondisi pesawat, kecepatan udara, posisi kontrol penerbangan, dan pengaturan daya dorong sangat penting untuk mencegah gangguan pesawat dan dapat mengurangi efek kejutan yang disebabkan oleh perubahan tak terduga secara cepat," tulis buletin yang dilihat oleh Reuters itu.

Boeing mengatakan selalu berkoordinasi erat dengan otoritas transportasi udara untuk memperkuat pentingnya materi panduan dan pelatihan di seluruh industri.

Boeing sendiri telah banyak dikritik karena menyalahkan pilot atas kecelakaan 737 MAX pada 2018 yang kemudian terbukti terdapat kesalahan pada sistem.

Sementara itu, penyebab kecelakaan Sriwijaya Air hingga saat ini masih dalam tahap penyelidikan. Cockpit Voice Recorder (CVR) juga masih dalam proses pencarian.

Kendati begitu, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah mengeluarkan laporan awal yang menyebut terdapat masalah pada autothrottle yang membuat pesawat mengalami ketidakseimbangan dorongan mesin hingga jatuh secara tajam dan membentur laut.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya