Berita

Mantan Sekretaris Kabinet RI, Dipo Alam/Net

Politik

Dipo Alam: Orang Lagi Rame Hukuman Mati Kok Diajak Bahas Serial Kecolongan 2 Kali

KAMIS, 18 FEBRUARI 2021 | 07:25 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Mantan Sekretaris Kabinet RI, Dipo Alam merasa geram dengan perdebatan ruang publik yang secara tiba-tiba diisi oleh cerita masa lalu antara Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri dan Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono.

Cerita ini bermula dari pernyataan politisi senior Partai Demokrat Marzuki Ali saat diundang di acara YouTube Akbar Faisal Uncensored. Dia mengurai cerita, eks Ketua Umum Demokrat, SBY sempat berkata pada dirinya bahwa Megawati kecolongan dua kali pada Pilpres 2004.

“Pak SBY nyampaikan, ‘Pak Marzuki, saya akan berpasangan dengan Pak JK. Ini Bu Mega akan kecolongan dua kali ini. Kecolongan pertama dia yang pindah. Kecolongan kedua dia ambil Pak JK’. Itu kalimatnya,” kata Marzuki.


Sekjen PDIP Hasto Kritiyanto kemudian membuat rilis berita yang isinya menanggapi pernyataan Marzuki. Dia menyebut bahwa apa yang diucapkan telah menunjukkan bahwa SBY telah menciptakan desain pencitraan seolah ia sebagai Menteri Koordinator bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) dizalimi Megawati yang masih menjabat sebagai Presiden kelima RI.

Saat itu, kata Hasto, berembus isu SBY merasa dizalimi Megawati sehingga ia memilih untuk mengundurkan diri dari jabatan Menko Polkam.

“Terbukti bahwa sejak awal Pak SBY memang memiliki desain pencitraan tersendiri termasuk istilah 'kecolongan dua kali' sebagai cermin moralitas tersebut,” kata Hasto dalam keterangan tertulis, Rabu (17/2).

Perdebatan ini membuat Dipo Alam geram. Pasalnya, saat ini masyarakat Indonesia sedang sibuk menghadapi ekonomi yang kian lesu dan masalah kesehatan yang terus memprihatinkan karena pandemi belum berakhir.

“Orang lagi sibuk ekonomi hadapi ekonomi Covid-19, mau vaksinan,” ujarnya lewat akun Twitter pribadi, Kamis (18/2).

Dipo Alam juga menegaskan bahwa ruang politik sedang ramai membahas usulan hukuman mati dari Wamenkumham kepada menteri yang terlibat kasus korupsi bansos dan benur dan revisi UU ITE.

“Kok diajak-ajak bahas cerita serial ‘kecolongan 2x’ yang basi? Dari sumber-sumber nggak jelas? Mubazir!” tutupnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya