Berita

Salamudin Daeng/Net

Publika

Kemarahan Jokowi Dan Kilang Minyak Tuban

RABU, 17 FEBRUARI 2021 | 17:43 WIB

MASIH ingat pernyataan Presiden Jokowi tahun 2019 lalu, pembangunan kilang tidak ada kemajuan walau 1 (satu) persen pun, setelah lima tahun menjadi Presiden. Ini adalah teguran keras kepada semua pembantu presiden.

Sekarang sudah setahun sejak Presiden marah-marah soal kilang, lagi-lagi tidak ada kemajuan berarti dalam soal pembangunan kilang minyak di Indonesia.

Pembantu presiden tampaknya cuma tebar janji sekaligus tebar pesona di hadapan sinuhun, seolah-olah sudah ada tambahan kemajuan beberapa persen lagi pembangunan kilang. Jadi bukan di bawah 1 persen lagi.


Tebar pesona mengenai adanya kemajuan ini datang dari kilang Tuban. Viral video penduduk desa banyak yang menjadi miliarder baru hasil jual tanah untuk pembangunan kilang Tuban.

Mereka mendapatkan ganti untung senilai sedikitnya Rp 600 ribu untuk setiap meter tanah yang dibebaskan oleh pemerintah.

Simpang siur berita bahwa yang melakukan pembebasan tanah ini pihak BKPM. Namun informasi lain menyatakan pembebasan tanah dilakukan oleh Pertamina.
 
Benarkah kilang Tuban akan segara akan dibangun? Siapa investornya? Berapa nilai investasinya? Pertamina keluar uang berapa untuk andil mayoritas dalam proyek ini?Semua ini belum jelas.

Ada media asing  menyebutkan investasi kilang Tuban mencapai Rp 1.993 triliun. Ada juga media menyebut Rp 199 triliun. BKPM menyebut angka Rp 225 triliun ada juga mengatakan Rp 700 triliun.

Nilai ini penting karena menyangkut harga kepemilikan saham yang dibayar oleh masing masing pemegang saham. Makin mahal nilai investasi, makin sulit bagi Pertamina untuk andil.

Tetapi walaupun investor belum bawa uang sepeserpun, anehnya sudah ada pembebasan lahan dengan konsep ganti untung. Ini pakai uang siapa?  Uang pemerintah atau uang Pertamina? Kok bisa investor asingnya belum ada, tapi Pertamina sudah membebaskan lahan.

Pertamina  dapat uang darimana? Itu lahan-lahan yang dibeli punya siapa? Dan buat apa lahan hingga mencapai 841 hektar lebih dibeli untuk sebuah kilang? Benarkah kebutuhannya seluas itu?

Sebetulnya kilang Tuban sudah gagal. Buktinya dalam lima tahun tidak ada kemajuan apa-apa.  Tidak ada investor yang sungguh-sungguh tertarik.

Semua investor cuma menawarkan janji sejak direktor Mega Project di Pertamina dibentuk, hingga direktor Mega Project Pertamina dibubarkan, semua janji itu tak kunjung terealisasi bahkan sepeserpun tidak.

Lalu tiba tiba heboh pembebasan lahan di berbagai media. Belum jelas siapa pelaku pembebasan lahan? Investor swasta, Pertamina atau APBN melalui BKPM.

Padahal investor minyak gak bakal datang selama ekonomi covid-19 masih berlangsung, karena mereka juga sedang sekarat memikirkan utang segunung.

Jadi  investor dari mana di masa susah macam begini? Sekarang lembaga keuangan bank dan non bank sedang sibuk membiayai Covid-19.

Lagi pula tak mungkin ada investor yang akan masuk ke dalam sektor migas saat ini. Pihak yang punya uang nggak mau lagi bahan bakar kotor di jalanan, semua menuju energi ramah lingkungan.

Elite Indonesia pun tahu bahwa investor minyak nggak bakal datang, yang terjadi malah investor minyak yang ada kabur keluar dengan berbagai alasan.

Minyak tidak menjanjikan uang banyak seperti dulu lagi. Dunia menuju komitmen bersama mencapai nol emisi dengan tahapan 2025, 2030 dan 2050.

Jadi heboh pembebasan lahan Tuban tampaknya untuk memberi angin surga pada Sinuhun, agar Sinuhun yakin dan percaya bahwa pembangunan kilang baru di Indonesia itu bisa, dan sudah terealisasi lebih dari 1 persen.

Semoga bisa menyenangkan hati Sinihun.
Salamudin Daeng Penulis Direktur Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), Salamuddin Daeng


Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Penumpang Melonjak di Libur Sekolah, Whoosh Hadirkan Promo Wisata

Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:57

Razman Dieksekusi

Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:29

Purbaya Bantah Restitusi Pajak Ditahan, Tuding Ada Permainan Oknum DJP

Sabtu, 27 Juni 2026 | 18:51

Dari Kandang ke Kanopi Hutan: Tiga Orangutan Hasil Rehabilitasi Kembali ke Alam Liar

Sabtu, 27 Juni 2026 | 18:45

Perjalanan Tengkar KH Miftachul Akhyar

Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:52

Punya Integritas, Zulhas Lantik Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta

Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:34

Terus Meningkat, Mayoritas Publik Tak Puas Kinerja Wapres Gibran

Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:22

Dikuasai Gaya Hidup, Pasar Indonesia Diincar Asing

Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:41

Polisi Tangkap Perantara Jual Beli Sabu 1 Kg di Pasar Baru

Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:29

JK Resmikan Pembangunan Masjid Hajjah Yuliana Bekas Kantor Polisi di Melbourne

Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:00

Selengkapnya