Berita

Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PDIP, Darmadi Durianto/Net

Politik

Gini Ratio Tinggi, Politisi PDIP: Evaluasi Konsep Neoliberalisme Ke Berdikari

SELASA, 16 FEBRUARI 2021 | 13:20 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Konsep kebijakan ekonomi yang selama ini diterapkan pemerintah harus segera dievaluasi.

Hal itu penting mengingat dalam catatan Badan Pusat Statistik (BPS) baru-baru ini, ketimpangan pengeluaran penduduk atau gini ratio naik. Pada September 2020 sebesar 0,385 atau naik 0,005 poin dibandingkan September 2019 yang mencapai 0,380.

"Mesti ditinjau ulang konsep ekonomi kita. Gini ratio selebar itu saya kira enggak bisa dianggap remeh. Sebab akan ada efek sosial yang cukup serius nantinya jika tidak segera ditangani," kata anggota Komisi VI DPR RI, Darmadi Durianto dalam keterangan tertulisnya, Selasa (16/2).


Darmadi menyarankan, program-program kebijakan ekonomi yang sudah dijalankan para menterinya harus dievaluasi secara detail. Sebab bila dilihat secara kasat mata, kebijakan Presiden Jokowi sudah cukup bagus seperti stimulus ekonomi berupa bantuan langsung dan lainnya.

Selain itu, politisi PDIP ini juga menilai konsep ekonomi pasar yang selama ini dijalankan terbukti tidak maksimal, terutama dalam menurunkan tingkat ketimpangan atau gini ratio.

"Yang ada banyak kelemahan di sana, buktinya gini ratio kita melebar. Basis ekonomi kita harus lebih dibangun dengan konsep gotong royong yang berpijak pada kepentingan rakyat dan negara, bukan pada pemusatan kekuatan modal pada sekelompok pengusaha di berbagai industri," tegasnya.

Ekonomi pasar, kata dia, tidak tepat dipraktikkan karena tidak efektif menurunkan kesenjangan dan ketimpangan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan rakyat sebagaimana cita-cita bangsa.

"Jauh-jauh hari Thomas Piketty penulis buku Capital asal Prancis sudah mewanti-wanti bahwa sistem ekonomi berbasis pasar bebas atau berpaham neoliberalisme hanya akan memperlebar jarak antara si kaya dengan si miskin dan hanya menciptakan inequality," papar Darmadi.

"Mulai tinggalkan paham paham neoliberalisme dan lakukan perubahan gaya kebijakan ekonomi. Kembali ke konsep ekonomi yang dicita-citakan para pendiri bangsa seperti Bung Karno yang menginginkan ekonomi Berdikari seperti amanat Tap MPR XVI/Tahun 1998," tandasnya.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

Kasum TNI Buka Rakernas Taekwondo Indonesia 2026

Jumat, 17 April 2026 | 03:56

Gubernur Luthfi Ajak Kadin Berantas Kemiskinan Ekstrem di Jateng

Jumat, 17 April 2026 | 03:42

Halalbihalal dan Syal Palestina

Jumat, 17 April 2026 | 03:21

Soenarko Minta Prabowo Jangan Diam soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 02:59

BGN Minta Pemprov Sulteng Gandeng Influencer Lokal Tangkal Hoax MBG

Jumat, 17 April 2026 | 02:49

Prabowo Jangan Lagi Pakai Orang Jokowi Buntut Penangkapan Ketua Ombudsman

Jumat, 17 April 2026 | 02:24

Penyidik Kejati Angkut Sejumlah Berkas Usai Geledah Kantor Dinas ESDM Jatim

Jumat, 17 April 2026 | 01:59

Aktivis dan Purnawirawan TNI Gelar Aksi di DPR soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 01:45

Purbaya Anggap Santai Peringatan S&P: Defisit Kita Masih Terkendali

Jumat, 17 April 2026 | 01:25

Anak TK Pun Tidak Percaya Motif Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus

Jumat, 17 April 2026 | 00:59

Selengkapnya