Berita

Mantan Sekjen DPP Partai Demokrat, Hinca Pandjaitan/Net

Politik

Demokrat Dukung Niat Baik Jokowi Revisi UU ITE

SELASA, 16 FEBRUARI 2021 | 08:50 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Keinginan Presiden Joko Widodo untuk merevisi UU 19/2016 tentang perubahan atas UU 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) mendapat dukungan dari Partai Demokrat.

Adapun keinginan Jokowi itu disampaikan saat dirinya memimpin rapat pimpinan TNI/Polri secara tertutup pada Senin (15/2).

Mantan Sekjen DPP Partai Demokrat, Hinca Pandjaitan bahkan mengaku tidak sabar lagi menunggu surat dari presiden Joko Widodo ke DPR soal revisi UU ITE.


Hinca secara tegas menyatakan bahwa dirinya akan otomatis sepakat dengan keinginan Jokowi tersebut.

“Kita sepakat ajakan Presiden Jokowi, mari kita selesaikan di DPR revisi UU ITE agar ruang demokrasi di jagat maya tetap sehat dan memberi kemanfaatan bagi harmoni kehidupan berbangsa bermasyarakat dan bernegara Surat Presiden ke DPR ditunggu segera!” ujarnya lewat akun Twitter pribadi, Selasa (15/2).

Senada itu, politisi Partai Demokrat Cipta Panca Laksana mengapresiasi niat baik Jokowi tersebut. Dia kini berharap Jokowi konsisten dan tidak putas balik di tengah jalan.

“Sudah ada niat baik. Kita tunggu aja presiden minta DPR membahasnya. Asal jangan seperti biasa. Membacanya harus terbalik. Iya ngga sih?” kicaunya di akun Twitter pribadi.

Dalam rapim TNI/Polri, Jokowi mengatakan pemerintah bisa saja mengusulkan revisi UU ITE ke DPR jika aturan ini dirasa memberi ketidakadilan kepada masyarakat. Alasannya karena Jokowi melihat banyaknya pihak yang saling melaporkan dengan dasar UU ITE dan tidak sedikit yang merasa dirugikan.

"Kalau UU ITE tidak bisa memberikan rasa keadilan ya, saya akan minta pada DPR untuk bersama-sama merevisi UU ini, UU ITE ini," kata Jokowi.

"Karena di sinilah hulunya, hulunya ada di sini, revisi. Terutama menghapus pasal-pasal karet yang penafsirannya bisa berbeda-beda, yang mudah diinterpretasikan secara sepihak,” tutupnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

UPDATE

Fokusmaker Sentil Azis Narang: Jangan Jual SOKSI untuk Kepentingan Politik Pribadi

Sabtu, 07 November 2026 | 18:26

Airlangga Akui Kasus Penyadapan pada Presiden Ganggu Sentimen Investor

Sabtu, 07 November 2026 | 18:17

Bantah Terlibat Penyadapan Ilegal, Bahlil: Ini Ulah Abuleke

Sabtu, 07 November 2026 | 17:48

ARBI Bakal Gelar Aksi Akbar di Al-Azhar, Ini Lima Tuntutannya

Sabtu, 07 November 2026 | 17:40

HUT ke-73 KPU Dirayakan Sederhana, Refleksi Integritas Bareng Para Mantan

Sabtu, 07 November 2026 | 16:45

Ketum Peradi Profesional: Advokat Bukan Pelengkap Peradilan

Sabtu, 07 November 2026 | 16:08

Menimbang Perpres 107/2026 dan Dampaknya pada Kelancaran Pengadaan Energi

Sabtu, 07 November 2026 | 15:48

Tekanan Jual Mereda, Harga Bitcoin Menguat ke 75.928 Dolar AS

Sabtu, 07 November 2026 | 15:40

Film Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang Tayang Jelang Imlek

Sabtu, 07 November 2026 | 15:18

Pangdam XXII/Tambun Bungai Pimpin Pemulangan Jenazah Sertu Anumerta Heri Prasetyo ke Kediri

Sabtu, 07 November 2026 | 15:14

Selengkapnya