Berita

Pemimpin oposisi sayap kiri Kosovo Albin Kurti/Net

Dunia

Menangi Pemilu, Pemimpin Oposisi Kosovo: Kami Akan Membangun Dan Mendemokrasikan Negara Kami

SELASA, 16 FEBRUARI 2021 | 08:21 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemimpin oposisi sayap kiri Kosovo Albin Kurti mengumumkan kemenangannya dalam pemilihan umum keenam negara itu, setelah partainya Gerakan Penentuan Nasib Sendiri (LVV) memperoleh mayoritas suara.

Pengumuman kemenangannya disampaikan selama konferensi pers di markas besar partai LVV bersama dengan mitra koalisinya Vjosa Osmani, penjabat presiden Kosovo, pada Senin (15/2) pagi waktu setempat.

Kurti menggambarkan kemenangannya sebagai hasil yang belum pernah terjadi sebelumnya di Kosovo pasca perang.


"Kemenangan besar malam ini hanyalah kesempatan bagi kami untuk memulai perubahan yang kami inginkan. Kami tidak akan membalas kepada siapa pun, tetapi kami akan menuntut tanggung jawab untuk semua orang dan di mana pun, jadi keadilan tanpa balas dendam, '' katanya, seperti dikutip dari Anadolu Agency, Senin (15/2).

"Tanpa dendam dan revanchisme, tanpa suap untuk bisnis, tanpa korupsi dan nepotisme dalam pemerintahan, dengan keadilan kelembagaan dan sosial, dengan tanggung jawab timbal balik individu, kami akan membangun dan mendemokrasikan negara kami," ujarnya.

Sementara itu, Osmani mengatakan hasil bersejarah telah diraih atas kemenangan Kurti.

"Misi kami tetap memperkuat kenegaraan kami di jalan menuju integrasi Euro-Atlantik dengan persahabatan abadi dengan Amerika Serikat," ujarnya.

Warga Kosovo memberikan suara dalam jajak pendapat cepat pada hari Minggu (14/2) untuk memilih anggota baru dari 120 kursi parlemen negara itu. LVV unggul dan memimpin dengan 47,83 persen berdasarkan 90 persen suara yang dihitung, menurut Komisi Pemilihan Pusat (CIK).

Tempat pemungutan suara ditutup Minggu malam setelah pemilihan parlemen kedua dalam 18 bulan.

Menurut data terbaru di situs CIK, Partai Demokrat Kosovo (PDK) berada di urutan kedua dengan 17,31 persen, sedangkan Liga Demokratik Kosovo (LDK) di urutan ketiga dengan 13,37 persen.

Sementara Aliansi untuk Masa Depan Kosovo (AAK) berada di urutan keempat dengan 7,60 persen.

Partai Demokrat Turki Kosovo (KDTP), yang tidak tunduk pada ambang batas pemilihan 5 persen karena mereka adalah partai minoritas, memenangkan 0,73 persen suara, dan Partai Gerakan Turki Inovatif (YTHP) mengumpulkan 0,14 persen.

Majelis Kosovo terdiri dari 120 wakil, 10 di antaranya adalah perwakilan dari komunitas Serbia dan 10 dari komunitas minoritas lainnya. Komunitas Turki memiliki dua kursi di parlemen.

Bekas provinsi Serbia itu mendeklarasikan kemerdekaan pada 17 Februari 2008 dan diakui oleh lebih dari 100 negara, termasuk AS, Inggris, Prancis, Jerman, dan Turki.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya