Berita

Muhammad Abdi Munif/Net

Publika

Surat Terbuka Muhammad Abdi Munif Yang Namanya Dicatut GAR ITB

SELASA, 16 FEBRUARI 2021 | 00:17 WIB

SALAM Ganesha, salam sejahtera untuk kita semua
 
Pada kesempatan ini saya menyampaikan beberapa hal terkait dicantumkannya  nama saya pada daftar pendukung di beberapa release GAR ITB.
 
Benar bahwa pada release pertama GAR, saya setuju dicantumkan pada daftar pendukung yang meminta Prof. Dr..H.M. Sirajuddin Syamsudin, MA., Ph.D mundur dari Majelis Wali Amanah (MWA) ITB.


Persetujuan saya didasarkan pada penilaian pribadi bahwa Prof. Dr..H.M. Sirajuddin Syamsudin, MA., Ph.D merupakan sosok yang kurang tepat berada dalam jajaran MWA ITB.

Setelah release pertama GAR tersebut, saya tidak pernah memperhatikan apalagi terlibat dalam kegiatan, penyusunan release atau apapun terkait dengan GAR ITB.

Saya sungguh-sungguh terkejut ketika banyak kawan-kawan Alumni ITB memberitahukan nama saya berada daftar pendukung release GAR yang mempersoalkan Ibu Nurhayati Subakat Anggota MWA ITB. Selanjutnya saya berusaha menelusuri perihal tersebut dan ternyata benar nama saya ada di nomor 1766.

Pada kesempatan diskusi di salah satu WAG yang saat itu sedang membahas persoalan tersebut, saya meminta untuk dicoret dari daftar pendukung release dengan menyebutkan nomor. (screenshot WAG 7 Januari 2021 saya simpan).

Pada release GAR Nomor: 11/Srt/GAR-ITB/II/2021, Tanggal 4 Februari 2021, hal klarifikasi hubungan hukum antara ITB dengan YPM Salman, lagi-lagi nama saya masih ada dalam daftar dukungan di nomor 1686. Padahal beberapa nama yang saya tahu minta dicoret melalui WAG pada poin 3, sudah tidak ada dalam daftar dukungan ini.

Pada release Surat GAR nomor: 08/Srt/GAR-ITB/I/2021, tanggal 19 Januari 2021 Hal: kasus radikalisme ASN atas nama Prof. Dr. H M Sirajuddin Syamsudin, MA., Ph.D yang dalam satu file menyertakan siaran pers No.06/PR/GAR/XI/2020 yang dilengkapi daftar dukungan dimana terdapat nama saya pada nomor 1690, saya menyatakan keberatan.

Dukungan saya pada GAR ITB hanya sebatas mempersoalkan posisi Prof. Dr. HM Sirajuddin Syamsudin, MA., Ph.D di MWA ITB, tidak terkait dengan isu-isu lain yang dipersoalkan oleh GAR ITB.

Saya sudah menggunakan jalur pribadi untuk meminta pencoretan nama saya dalam dukungan GAR ITB (screenshoot saya simpan) sebagaimana yang disarankan dalam WAG (poin 3). Saya memerlukan kepastian kepada siapa pun koordinator atau penanggung jawab GAR ITB, untuk mengeluarkan nama saya dalam daftar dukungan atas release GAR ITB.

Sebagai sumbang saran, sebelum semua daftar dukungan nama terklarifikasi dan dipastikan bahwa benar menyatakan kesediaannya untuk dicantumkan, sebaiknya GAR ITB menghentikan release-release-nya ke publik.

Marilah kita bersatu padu dalam menghadapi berbagai persoalan yang mendera bangsa Indonesia, di antaranya pandemi Covid-19 yang masih terus berlangsung, bencana alam, tekanan ekonomi dan kerenggangan sosial yang cenderung meningkat.

Kita semua sebagai anak bangsa berkewajiban untuk berkontribusi guna membangun Indonesia yang lebih baik, Indonesia yang semakin ber-Ketuhanan yang Maha Esa, Indonesia yang lebih ber-Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.

Indonesia yang selalu menjaga dan melestarikan persatuan, Indonesia yang mengutamakan Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan perwakilan, Indonesia yang tiada henti berjuang untuk mewujudkan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyatnya.
 
Demikian disampaikan, dengan iktikad baik dan upaya saling ingat mengingatkan di antara kita sesama Alumni ITB untuk selalu menjaga spirit “IN HARMONIA PROGRESSIO”.
 
Muhammad Abdi Munif
Geodesi 1987, Ketua Pengda IA ITB DKI Jakarta

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Kebijakan Energi Harus Seimbang dengan Perlindungan Daya Beli Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 08:05

Lewat Seminar di Wonosobo, Jateng Nyatakan Perang Terhadap Hoaks

Minggu, 26 April 2026 | 07:36

Jemaah Haji Diminta Selalu Bawa Kartu Nusuk dan Dokumen Resmi

Minggu, 26 April 2026 | 07:32

Menkop Optimistis Kopdes Perkuat Ekonomi Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 07:03

Narkoba Melahirkan Rezim TPPU

Minggu, 26 April 2026 | 06:42

KH Imam Jazuli: Kiai Transformatif Cum Saudagar Gagasan

Minggu, 26 April 2026 | 06:23

Pertemuan Prabowo-Kapolri Mengandung Makna Kebangsaan Mendalam

Minggu, 26 April 2026 | 06:03

Satu Keluarga dengan Lima Nyawa Melayang di Barito Utara

Minggu, 26 April 2026 | 05:48

Tanpa Kubu Tetap

Minggu, 26 April 2026 | 05:13

Pertemuan Menhan dengan Para Jenderal Bukan Sekadar Temu Kangen

Minggu, 26 April 2026 | 05:09

Selengkapnya