Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Inggris-China Saling Balas Cabut Siaran Tivi, Jerman Pun Ikut-ikutan Larang Siaran CGTN

SENIN, 15 FEBRUARI 2021 | 13:45 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

China Global Television Network atau CGTN telah kehilangan izin untuk mengudara di Jerman setelah Kantor Komunikasi Inggris (Ofcom) mencabut lisensi mereka pada 4 Februari lalu.

Keputusan tersebut dikonfirmasi otoritas media pemerintah Jerman kepada media lokal Deutsche Welle, di Rhine-Westphalia Utara pada Jumat (12/2).

Pencabutan itu terjadi hanya beberapa hari setelah lisensi penyiaran saluran negara China itu dicabut di Inggris.


"Kami saat ini memberi tahu penyedia kabel bahwa Ofcom telah mencabut izin Inggris atas saluran ini dan karena itu program tersebut tidak dapat disiarkan di Jerman lagi," kata otoritas media Rhine-Westphalia Utara, seperti dikutip dari SCMP, Minggu (14/2).

Vodafone Germany,  sebuah perusahaan yang menyediakan TV kabel dan jaringan internet, mengatakan bahwa mereka juga telah berhenti mendistribusikan CGTN karena tidak memiliki lisensi yang valid dan sedang mencoba mengklarifikasi status hukum media China itu dengan perwakilan saluran dan regulator, menurut laporan Reuters.

Penyiaran televisi di Eropa diatur oleh konvensi televisi lintas batas sejak 1989 di bawah Dewan Eropa. Inggris masih termasuk bagian dewan tersebut di antara 47 anggota lainnya. Konvensi tersebut mengizinkan jaringan dengan lisensi distribusi dari satu negara anggota untuk disiarkan ke seluruh wilayah.

Tanpa izin edar dari anggota dewan lain, CGTN tidak dapat mengudara di wilayah tersebut.

Regulator media Inggris mencabut izin penyiaran CGTN setelah penyelidikan menemukan saluran milik negara itu dipegang secara tidak sah oleh perusahaan yang berbasis di Hong Kong. Ia menolak aplikasi jaringan untuk mentransfer lisensi ke entitas lain yang pada akhirnya akan dikendalikan oleh Partai Komunis China.

Satu minggu setelah keputusan Ofcom, dalam sebuah tindakan yang secara luas dianggap sebagai pembalasan, Administrasi Radio dan Televisi Nasional China juga  mengumumkan menarik siaran BBC World News dari China, karena dianggap gagal memenuhi persyaratan ketidakberpihakan dan kejujuran, serta merusak kepentingan nasional.

Keputusan China datang setelah BBC merilis serangkaian laporan yang menuduh kebijakan Beijing atas Uighur dan etnis minoritas lainnya di Xinjiang. Termasuk tudingan penahanan, indoktrinasi dan kerja paksa. Satu laporan awal bulan ini bahkan menuduh bahwa tahanan wanita di Xinjiang menjadi sasaran pelecehan seksual dan penyiksaan.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya