Berita

PM Israel Benjamin Netanyahu/Net

Dunia

Netanyahu Desak Undang-Undang Ungkap Data Penduduk Yang Tidak Mau Divaksinasi Kepada Pihak Berwenang

SENIN, 15 FEBRUARI 2021 | 12:22 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Israel perlu mendorong sebagian besar orang yang berusia di atas 16 tahun untuk diberikan suntikan vaksin virus coorona, terutama untuk orang-orang yang rentan seperti orang tua dan mereka yang memiliki masalah kesehatan yang sudah ada sebelumnya.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada pertemuan kabinet penanganan virus corona, Minggu (14/2) tengah mencanangkan adanya undang-undang ad hoc yang memungkinkan pemerintah daerah mencatat nama-nama penduduk yang belum divaksinasi. Dilaporkan oleh Time of Israel, Minggu (14/2), Hal ini juga terkait erat dengan data pemilihan yang akan berlangsung sebentar lagi.

Kabinet penanganan virus corona menyetujui untuk melanjutkan proposal tersebut yang juga didukung oleh Dewan Keamanan Nasional. Namun demikian, mereka menegaskan bahwa proposal tersebut juga harus membahas perlindungan data nama-nama yang belum divaksinasi dari akses oleh orang yang tidak berwenang.


Dorongan vaksinasi adalah hal yang benar untuk dilakukan tidak hanya untuk melindungi kehidupan dan kesehatan orang yang divaksinasi itu sendiri, tetapi juga karena tanggung jawab dan kepedulian bersama terhadap orang lain.

Namun begitu, meskipun ada dorongan untuk vaksinasi kepada masyarakat, jangan sampai ada indikasi pemaksaan yang kelak akan terkait dengan ancaman kebebasan.  

Ini juga yang kemudian menimbulkan adu argumen selama berlangsungnya pertemuan.

Menteri Pariwisata Orit Farkash-Hacohen menyebut apa yang akan dicanangkan Netanyahu perlu dipikirkan masak-masak.

"Jika undang-undang semacam itu disahkan, undang-undang itu harus berfokus pada penduduk berusia 50 tahun ke atas," katanya. "Sementara itu, berhati-hatilah dalam mencederai hak privasi mereka yang lebih muda."

Lain halnya dengan Kementerian Kesehatan yang mengusulkan sejumlah langkah untuk menaikkan tingkat vaksinasi, termasuk undang-undang yang memungkinkan tempat kerja di mana paparan tinggi, seperti sekolah dan rumah sakit, mengharuskan karyawan divaksinasi atau sering menjalani tes virus corona.

Kementerian juga menyarankan penandatanganan perjanjian pariwisata dengan berbagai negara yang memungkinkan mereka yang telah divaksinasi untuk pergi ke luar negeri.

Juga disarankan memberikan manfaat kepada pemerintah daerah berdasarkan tingkat vaksinasi mereka, serta insentif kepada dokter dan perawat yang membawa orang berusia 50 ke atas untuk diinokulasi.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya