Berita

Aktivis Petisi 28, Haris Rusly Moti/Net

Politik

Haris Rusly Kagumi John Brennan, Eks Direktur CIA Yang Menolak Jadi Kacung Penguasa

SENIN, 15 FEBRUARI 2021 | 03:42 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Publik, apalagi seorang pejabat harusnya tetap bersikap kritis bila melihat ada keganjilan yang terjadi di dalam pemerintahan. Sikap kritis patut dipertahankan walau harus berseberangan dengan penguasa sekalipun.

Aktivis Petisi 28, Haris Rusly Moti pun mencontohkan sikap tegas mantan direktur CIA, John Brennan yang tetap kritis terhadap pemerintahan Presiden AS, Donald Trump.

"Spy master dan mantan Direktur CIA, John Brennan jadi pengkritik keras ketika Donnal Trump (jadi) presiden. Brennan tunjukkan dirinya loyal kepada negara, bukan jadi kacung penguasa," kata Haris Rusly Moti dikutip redaksi dari akun Twitternya, Minggu (14/2).


Pendirian inilah yang dinilainya patut ditiru di Tanah Air. Sebab saat ini, ia justru melihat hal berbeda terjadi di dalam negeri.

Para penguasa di dalam negeri kerap menyalahkan pihak yang berseberangan, meski publik dipertontonkan perilaku kejahatan yang justru datang dari para penguasa.

Keberadaan oposisi pun seakan dibungkam, termasuk para pengkritik pemerintah yang berujung pada meja hukum. Padahal, beragam persoalan justru terus bermunculan yang sayangnya terjadi di lingkaran pemerintahan.

Seperti halnya kasus korupsi bantuan sosial untuk warga terdampak Covid-19. Di tengah keprihatinan terhadap pandemi yang tak kunjung berakhir, publik justru dihadapkan dengan adanya kasus rasuah bantuan untuk rakyat oleh eks Menteri Sosial RI, Juliari Batubara.

"Berpikir selalu salahkan oposisi, tapi kenyataannya sumber kejahatan korupsi, dan lain-lain adalah penguasa," demikian Haris Rusly Moti.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya