Berita

Direktur Eksekutif Indonesia Future Studies (Infus), Gde Siriana Yusuf/Net

Politik

GAR ITB Harusnya Lantang Bicara Tragedi KM50 Dan Ungkap 'Madam Bansos', Lebih Intelek Dibanding Serang Din Syamsuddin

SENIN, 15 FEBRUARI 2021 | 02:32 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Ada hal yang seharusnya lebih diseriusi oleh alumni Intitute Teknologi Bandung yang tergabung dalam Gerakan Anti Radikalisme Alumni Institut Teknologi Bandung (GAR ITB) dibanding melaporkan cendekiawan Din Syamsuddin dengan tuduhan radikal.

Deklarator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Gde Siriana Yusuf menyarankan, GAR ITB patutnya turut menyoroti peristiwa yang menyangkut perhatian khalayak soal ketidakadilan, seperti halnya tragedi penembakan enam laskar Front Pembela Islam (FPI) yang hingga kini masih abu-abu.

Tak hanya itu, dibanding memperkarakan mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, GAR ITB juga harusnya bersuara mengenai kasus dugaan korupsi bantuan sosial (Bansos) untuk Covid-19. Hal itu penting agar kasus hukum yang masih berjalan itu benar-benar menyasar pelaku hingga tuntas.


"Daripada nyerang Pak Din, mestinya GAR-ITB ikut suarakan tuntutan penuntasan pembunuhan laskar FPI di KM50, juga tuntutan mengungkap korupsi 'Madam Bansos' & 'Anak Pak Lurah'," kata Gde Siriana Yusuf di akun Twitternya, Minggu (14/2).

Sebagai kelompok alumni, dua persoalan tersebut dinilainya lebih layak disuarakan oleh akademisi.

"Itu jauh lebih intelektual dan bermanfaat untuk rakyat," tandas Direktur Eksekutif Indonesia Future Studies (Infus) ini.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya