Berita

Penyaluran bantuan bagi warga terdampak banjir di Kabupaten Karawang/Ist

Nusantara

Banjir Mulai Surut, Sebagian Warga Karawang Masih Memilih Bertahan Di Pengungsian

JUMAT, 12 FEBRUARI 2021 | 18:49 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Karawang mulai bisa bernapas lega. Air yang sempat membanjiri pemukiman mereka kini mulai surut.

Akan tetapi, hingga saat ini masih banyak masyarakat yang tinggal di tenda-tenda pengungsian dengan berbagai alasan.

Kepala Seksi (Kasi) Kedaruratan BPBD Kabupaten Karawang, Rudi menerangkan, kondisi rumah yang belum layak ditinggali membuat warga memilih menetap di tenda pengungsian. Selain itu, warga juga memilih mengungsi ke rumah keluarga yang tidak terdampak banjir.


"Masih, masih ada warga Desa Kalangligar yang tinggal di tenda,"  ungkap Rudi, Jumat (12/2).

Ia mengungkapkan, salah satu wilayah terdampak banjir yang ditinggal warga ke pengungsian adalah Desa Karangligar di Kecamatan Telukjambe Barat. Desa tersebut merupakan wilayah yang sering terdampak banjir.

Mengingat masih adanya warga yang tinggal di pengungsian, kata Rudi, bantuan pun terus berdatangan dari berbagai pihak. Salah satunya dari Shopee Indonesia yang mengirimkan berbagai logistik untuk warga terdampak banjir.

"Berupa 1.400 kotak, masing-masing kotak berisikan hand sanitizer 2 pcs, susu 6 box, mie instant 5 pcs, pasta gigi 1 pcs, sikat gigi 3 pcs, sabun 1 pcs, biskuit 5 pcs," terangnya, dikutip Kantor Berita RMOLJabar.

Sementara itu, Atikah (40) warga Dusun Kepmek RT 05/06 Desa Karang Ligar, Kecamatan Telukjambe Barat mengaku bersyukur dengan banyaknya bantuan untuk warga terdampak banjir, khususnya yang tinggal di pengungsian.

"Saya mengucapkan terima kasih, mudah-mudahan bisa dapat dan mengurangi beban pikiran saudara kami yang sudah tiga minggu tinggal di pengungsian. Karena rumah saya masih terendan genangan air, akibat luapan air sungai Cibeet," ucap Atikah.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya