Berita

Kepala Disporapar Jawa Tengah, Sinoeng N Rachmadi/RMOLJateng

Nusantara

PKKP Cari 200 Sarjana Untuk Ditempatkan Di Jawa Tengah

KAMIS, 11 FEBRUARI 2021 | 18:12 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah menggelar program Pengembangan Kepedulian dan Kepeloporan Pemuda (PKKP) tahun 2021.

Kepala Disporapar Jawa Tengah, Sinoeng N Rachmadi mengatakan, untuk program kali ini, pihaknya membuka peluang bagi 200 orang lulusan sarjana untuk ditugaskan ke 100 desa yang tersebar di 14 kabupaten.

"Masa kontrak kerja peserta program PKKP selama 10 bulan yakni Maret-Desember. Ada 200 yang diterima dan akan ditempatkan di 14 Kabupaten, tepatnya 60 kecamatan dengan total 100 Desa,” kata Sinoeng, Kamis (11/2), dikutip Kantor Berita RMOLJateng.


Lebih jauh, Sinoeng menjelaskan pendaftaran online peserta PKKP Sarjana (S1) akan dibuka pada 12-18 Februari 2021.

Informasi lebih lanjut bisa mengunjungi laman pkkpjateng.com. Sementara pendaftaran dilakukan secara online melalui laman disporapar.jatengprov.go.id.

Terkait syarat pendaftaran, antara lain pendaftar merupakan penduduk Jateng, dibuktikan dengan memiliki KTP Jawa Tengah.

Kemudian, usia maksimal 28 tahun pada 1 Maret 2019 dan belum menikah, dan indeks prestasi kumulatif (IPK) minimal 2,75.

"Nanti yang lolos seleksi administrasi, dilanjutkan dengan tes tertulis yang tahun ini dilaksanakan secara online karena pandemi. Kemudian yang lolos tes tertulis, akan dipanggil untuk tes wawancara,” ujarnya.

Sinoeng menambahkan, tes wawancara tetap dilakukan secara tatap muka. Tentunya dengan mengutamakan protokol kesehatan, dengan dibagi menjadi beberapa gelombang pada 2-4 Maret. Para peserta yang lolos, akan ditempatkan di 14 kabupaten mulai 18 Maret mendatang.

Kabupaten yang menjadi lokasi penempatan adalah Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Purworejo, Wonosobo, Klaten, Sragen, Grobogan, Blora, Rembang, Demak, Pemalang, dan Brebes.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya