Berita

Politisi PDIP Aria Bima/Net

Politik

Aria Bima: Sebaiknya Revisi UU Pemilu Dilakukan Setelah Ditemukan Kendala Pilkada 2024

RABU, 10 FEBRUARI 2021 | 23:10 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Anggota Fraksi PDI Perjuangan Aria Bima menyampaikan perubahan sikap anggota parlemen terhadap revisi Undang Undang Pemilu dianggap sebagai suatu yang lumrah.

Dia mengaku tidak anti terhadap perubahan undang-undang lantaran hal itu kerap terjadi.

“Saya tidak anti mengubah suatu UU. Sudah sering terjadi amandemen UU di DPR. Tapi kita harus lihat proses perubahan itu terhadap satu UU yang sudah dilaksanakan supaya lebih baik,” ucap Aria Bima di Gedung Nusantara II, Komplek Parlemen, Senayan, Rabu (10/2).


Wakil Ketua Komisi VI DPR RI ini mengatakan, RUU Pemilu merupakan produk dari DPR dalam rangka menginginkan adanya konsolidasi demokrasi di Indonesia.

Dampak konsolidasi itu, dijelaskan Aria Bima agar demokrasi semakin cocok dan tepat diterapkan di Indonesia.

Kata Aria Bima, hal itulah yang jadi dasar dalam merespons melanjutkan revisi atau menghentikannya.

“Karena itu kita harus konsekuen, konsisten. Kita jangan melecehkan hasil yang kita buat sendiri. Karena apa? UU ini kita buat, kita paripurnakan, kita serahkan kepada pemerintah untuk dilaksanakan, itu nanti akan kita evluasi sebagai bentuk perubahan-perubahan yang ada,” ujarnya.

Aria Bima mengatakan, terkait adanya usulan mengamandemenkan UU Pilkada, menurutnya hal itu sangat tidak baik.

“Ini sangat tidak baik dalam proses kita berpolitik. Merek kelembagaan kita akan jatuh. Untuk itu saya sangat berharap UU ini nanti kita ubah kalau Pilkada 2024 mengalami berbagai kendala,” ujarnya.

“Walau mungkin kehendak teman-teman melihat ada kekurangan-kekurangan yang akan terjadi,” tandasnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya