Berita

PM Benjamin Netanyahu/Net

Dunia

Tanggapi Pernyataan Blinken, Benjamin Netanyahu Bersikeras Dataran Tinggi Golan Selamanya Bagian Dari Israel

RABU, 10 FEBRUARI 2021 | 16:43 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pernyataan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken yang tidak lagi mengakui Dataran Tinggi Golan sebagai wilayah Israel, mendapat tanggapan dari Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Dalam tanggapannya yang diungkapkan pada Rabu (10/2), Netanyahu mengatakan bahwa Israel akan mempertahankan Dataran Tinggi Golan sebagai wilayah mereka, selamanya.

“Lihat, mereka mengatakan mereka sedang melihatnya - tapi saya sudah melihatnya. Sejauh yang saya ketahui, Dataran Tinggi Golan akan selamanya menjadi bagian dari Negara Israel, bagian yang berdaulat," ujar Netanyahu, seperti dikutip dari Arab News, Rabu (10/2).


“Apa, haruskah kita mengembalikannya ke Suriah?” tambahnya, seraya mencatat perselisihan internal di musuh lama Israel tersebut. “Haruskah kita mengembalikan Golan ke situasi di mana pembantaian massal berbahaya?” ujar Netanyahu.

Blinken pada Senin (8/2) mengatakan bahwa Dataran Tinggi Golan adalah wilayah yang penting untuk keamanan Israel. Ia melihat situasi di Golan yang menghadap Israel utara dan juga berbatasan dengan Lebanon dan Yordania. Situasi itu sangat berpengaruh terhadap keamanan Israel,  tetapi Israel harus berhati-hati dalam mengakui kedaulatan atas wilayah itu.

“Lain halnya jika situasinya berubah di Suriah, tetapi kta semua jauh dari situasi itu,” ujar Blinken.

Pada 2019, pemerintahan mantan Presiden Donald Trump secara resmi memberikan pengakuan AS bahwa Dataran Tinggi Golan adalah wilayah Israel. Suriah menggambarkan keputusan Trump pada saat itu sebagai 'pelanggaran mencolok' atas kedaulatannya.

Israel dan Suriah, yang secara teknis masih berperang, dipisahkan oleh perbatasan de facto di Dataran Tinggi Golan, yang diduduki Israel sejak akhir Perang Enam Hari 1967, dan mencaploknya pada 1981, sebuah langkah yang tidak diakui oleh komunitas internasional.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Protelindo Masuk BTEL, Kuasai 10,86 Persen Saham Bakrie Telecom

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:26

Prabowo ke NTT Hari Ini, Pastikan Penanganan Korban Gempa Berjalan Baik

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:17

Pengamat: Rekam Jejak Mumpuni Bikin KH Marsudi Syuhud Unggul di Bursa Ketum PBNU

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:13

Presiden Prabowo Dijadwalkan Buka Muktamar ke-35 NU Besok

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:12

Emas Antam Merosot Rp18.000, Satu Gram Jadi Segini

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:03

DEEP Ingatkan Percepatan Pemilu Harus Punya Alasan Konstitusional

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:55

IHSG Balik Arah ke Zona Merah, Rupiah Menguat ke Rp17.690 per Dolar AS

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:44

SHOW Token Dorong Transformasi Industri Hiburan Global lewat Teknologi AI dan Blockchain

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:21

Bursa Asia Variatif, Investor Pantau Pergerakan Timur Tengah

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:06

THMP Bantah Pertemuan Jokowi-Relawan Bahas Pemilu 2029

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:03

Selengkapnya