Berita

Koordinator Forum Rakyat Lieus Sungkharisma/Net

Politik

Diminta Jadi Mediator Damai Pigai Dan Ambroncius, Lieus Sungkharisma: Buzzer Dan Pertikaian SARA Harus Diakhiri

RABU, 10 FEBRUARI 2021 | 11:59 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Semua potensi konflik yang disebabkan oleh ujaran maupun tindakan berbau SARA harus segera dihentikan demi masa depan Indonesia yang lebih baik.

Begitu kata Koordinator Forum Rakyat Lieus Sungkharisma menanggapi permintaan keluarga Ambroncius Nababan kepadanya agar sudi melakukan mediasi damai antara Ambroncius Nababan dengan mantan Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai.

“Sudahilah semua pertikaian yang disebabkan pernyataan-pernyataan berbau SARA itu. Apapun alasannya, hal itu sangat tidak menguntungkan bagi masa depan Indonesia,” ujar Lieus sembari berharap Natalius Pigai bersedia memaafkan Ambroncius atas ucapannya yang sempat menimbulkan kehebohan itu.


Mantan Bendahara Umum DPP KNPI ini berharap dengan mediasi yang akan dilakukannya dalam waktu dekat, Natalius Pigai berkenan memaafkan Ambroncius.

Berkaitan dengan upaya memediasi pertemuan damai antara Natalius Pigai dan Ambroncius Nababan itu, Lieus meminta semua elemen bangsa menghentikan ujaran-ujaran dan tindakan berbau SARA yang berpotensi memecah belah persatuan Indonesia.

Selain itu, Lieus juga meminta pada pemerintah, khususnya kepada Presiden Jokowi, untuk membubarkan para buzzer atau hatters yang selama ini sengaja dibina oleh kelompok-kelompok masyarakat pendukung pemerintah.

“Demi Indonesia yang lebih baik, Presiden Jokowi harus bersikap tegas dengan membubarkan kelompok-kelompok buzzer dan hatters yang selama ini sengaja dibina oleh para pendukung pemerintah,” sambungnya

“Biarkanlah rakyat menyuarakan kritiknya dengan benar pada apapun kebijakan pemerintah tanpa perlu khawatir dikata-katai dan dibully oleh para buzzer bayaran itu,” kata Lieus.

Menurut Lieus, apapun alasannya, keberadaan para buzzer bayaran itu sudah terbukti tidak memberi manfaat pada pembangunan dan peradaban bangsa ini.

“Para buzzer itu justru yang seringkali membuat suasana kehidupan berbangsa dan bernegara kita semakin kisruh dan tidak kondusif,” tegas Lieus.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya