Berita

Anggota Komisi II DPR, Guspardi Gaus/Net

Politik

Mafia Tanah Incar Rumah Ibunda Dino Patti Djalal, Guspardi Gaus: Manajemen BPN Harus Dievaluasi

RABU, 10 FEBRUARI 2021 | 10:49 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Musibah yang dialami mantan Duta Besar RI untuk Amerika Serikat, Dino Patti Djalal, menjadi bukti kalau mafia tanah kini makin berani dalam menjalankan aksinya.

Melalui akun Twitter pribadinya Selasa malam (9/2), Dino Patti Djalal menjelaskan sertifikat rumah ibunya telah dijarah dan kemudian diganti atas nama kepemilikannya tanpa ada proses AJB maupun transaksi dengan ibunya.

Menyikapi hal tersebut, anggota Komisi II DPR RI, Guspardi Gaus, meminta agar aparat kepolisian dan Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/BPN untuk segera mengusut tuntas kasus yang dialami mantan Wakil Menteri Luar Negeri tersebut.


“Ini harus diusut ke ATR/BPN, kemudian kepolisian, agar diketahui siapa yang coba mengambil dan membaliknama sertifikat rumah ibunya Pak Patti Djalal,” ucap Guspardi kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (9/2).

Guspardi juga meminta Dino Patti Djalal segera mengusutnya juga ke notaris PPATK untuk mengambil kembali hak sang ibu.

“Nanti ketahuan kan, orang yang di nama itu kalau namanya sudah kembali ke Ibu Pak Dinno Patti Djalal, akan datang. Nah di sana ketahuan siapa orangnya, dan polisi harus bergerak,” katanya.

Menurut legislator asal Sumbar ini, peristiwa tersebut preseden buruk bagi Kementerian ATR/BPN. Terlebih kasus penyerobotan lahan ini tidak hanya dialami oleh pejabat tinggi, tapi juga rakyat kecil.

“Ini menandakan manajemen di ATR/BPN sangat buruk, dan perlu dievaluasi, agar peristiwa ini tidak terjadi lagi,” demikian Guspardi Gaus.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya