Berita

Presiden Joko Widodo bersama sejumlah menteri saat meninjau lumbung pangan di Kalimantan Tengah/Ist

Bisnis

Belanja KemenPUPR Disunat, Food Estate Direlaksasi, Pemerintah Kendor?

SELASA, 09 FEBRUARI 2021 | 18:09 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Semangat pembangunan infrastruktur tampaknya mulai dikendorkan pemerintah era Presiden Joko Widodo di tengah pandemi Covid-19 yang belum kunjung mereda.

Imbas pandemi yang belum mereda, setidaknya anggaran belanja Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) yang selama ini jadi ujung tombak pembangunan infrastruktur dipangkas di tahun 2021.

Kementerian di bawah komando Basuki Hadimuljono ini memutuskan melakukan penghematan belanja dalam program PUPR 2021 hingga Rp 17,99 triliun. Alhasil, pagu rupiah murni KemenPUPR yang sebelumnya senilai Rp 128,75 triliun kini menjadi Rp 110,75 triliun.


Ada beberapa langkah dalam penghematan yang dilakukan usai terbitnya Surat Menteri Keuangan nomor S-30/MK.02/2021 tanggal 12 Januari 2021 terkait refocusing dan realokasi belanja Kementerian/Lembaga tahun anggaran 2021.

Beberapa di antaranya yakni penghematan belanja barang bersumber dari belanja honorarium, perjalanan dinas, paket meeting, belanja jasa dan belanja non operasional lainnya. Kemudian penundaan kegiatan swakelola/kontraktual lainnya yang belum/sedang dilelangkan.

Penghematan ini juga mengharuskan penundaan dukungan kegiatan untuk Kawasan Industri Subang, serta relaksasi kegiatan yang tidak bisa terselesaikan tahun ini di Kawasan Industri Batang dan pengembangan food estate untuk dilanjutkan penyelesaiannya di tahun 2022.

Seperti diketahui, untuk program food estate, pemerintah sebelumnya telah menetapkan beberapa wilayah, seperti Kabupaten Pulang Pisau dan Kapuas, Kalimantan Tengah. Kemudian di Kabupaten Humbang Hasunsdutan, Sumatera Utara.

Selain dua lokasi provinsi tersebut, pemerintah bahkan berencana mengembangkan food estate hingga ke Papua, Nusa Tenggara Timur, dan Sumatera Selatan.

Untuk saat ini, KemenPUPR mengaku telah menggarap sekitar 2 ribu hektare lahan untuk keperluan food estate dan mengidentifikasi jaringan irigasi rawa untuk mengairi lahan seluas 28 ribu hektare. Tahun ini, pemerintah menargetkan perbaikan jaringan irigasi untuk pengairan lahan sekitar 137 ribu hektare.

Pembangunan food estate di Kalimantan Tengah sendiri ditargetkan mencapai 168 hektare. Artinya, masih ada jaringan irigasi untuk mengairi 31 ribu hektare lahan lain yang perlu dibangun. Ini baru food estate di Kalteng, masih ada beberapa wilayah yang menjadi PR Presiden Joko Widodo untuk mewujudkan lumbung pangan nusantara.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

UPDATE

Prabowo Ingin Tunjukkan RI Bukan Objek Perebutan Pengaruh Global

Senin, 01 Juni 2026 | 04:03

Blusukan Jokowi Sulit Naikkan Suara PSI, Apalagi Goyang PDIP

Senin, 01 Juni 2026 | 04:00

Delapan Gudang Kendaraan Bodong di Deli Serdang Digerebek, 135 Motor Disita

Senin, 01 Juni 2026 | 03:29

Kampung Rambutan Dipadati Penumpang Arus Balik Iduladha

Senin, 01 Juni 2026 | 03:19

Herdinata Tega Bunuh Temannya Gegara Handphone Diambil

Senin, 01 Juni 2026 | 03:09

Nilai TKA Siswa SD-SMP Jeblok, Program MBG Dipertanyakan

Senin, 01 Juni 2026 | 02:30

Diplomasi Pertahanan Indonesia Lebih Antisipatif terhadap Ancaman Global

Senin, 01 Juni 2026 | 02:25

Agustus 1945: Ketika Jakarta Kota Tanpa Tuan

Senin, 01 Juni 2026 | 02:14

Cegah Penyimpangan Seks, Yayasan Humaniora Nikahkan Pasangan Pemulung

Senin, 01 Juni 2026 | 01:47

46 Persen Anggota DPR Fraksi Gerindra Tak Patuh Lapor LHKPN

Senin, 01 Juni 2026 | 01:29

Selengkapnya