Berita

Polisi Myanmar/Net

Dunia

Polisi Myanmar Tindak Tegas Para Pendemo Yang Nekat Turun Ke Jalan Di Tengah Pembatasan Pertemuan

SELASA, 09 FEBRUARI 2021 | 15:57 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Aksi nekad para pendemo yang melanggar aturan pembatasan berkerumun yang dikeluarkan pihak militer Myanmar, berujung pada penindakan tegas dari aparat kepolisian pada Selasa (9/2) siang waktu setempat.

Aparat menembakkan meriam air untuk membubarkan para pendemo di Mandalay, kota terbesar kedua Myanmar. Polisi juga menganggap aksi para pendemo itu sebagai tindakan ilegal, karena dilakukan di tengah aturan baru soal pembatasan kerumunan. AP melaporkan, laporan di media sosial mengatakan polisi juga telah menangkap lebih dari dua lusin orang di sana.

Para pengunjuk rasa yang turun ke jalan pada Selasa, masih menyuarakan tuntutan yang sama, yaitu meminta agar kekuasaan yang saat ini berada di tangan militer dikembalikan ke pemerintah sipil Aung San Suu Kyi yang digulingkan pekan lalu.


Selain di Mandalay, demonstrasi Selasa juga diadakan di kota-kota lain, termasuk Bago - tempat para tetua kota bernegosiasi dengan polisi untuk menghindari konfrontasi kekerasan - dan Dawei, dan di negara bagian Shan utara.

Di Magwe di Myanmar tengah, di mana meriam air juga digunakan, laporan yang belum dikonfirmasi di media sosial mengklaim beberapa petugas polisi telah menyeberang untuk bergabung dengan barisan pengunjuk rasa. Seorang petugas polisi di Naypyitaw juga dikatakan telah berpindah sisi.

Kerumunan lain juga terlihat di Yangon, kota terbesar di negara itu di mana ribuan orang telah berdemonstrasi sejak Sabtu, meskipun ada peningkatan keamanan. Tidak ada kekerasan yang dilaporkan.

Tentara tampaknya belum dikerahkan untuk menghentikan demonstrasi, sebuah indikator kecil pengekangan oleh pemerintah militer. Mengingat tentara Myanmar memiliki catatan kebrutalan dalam menghancurkan pemberontakan di masa lalu, serta dalam memerangi etnis minoritas di daerah perbatasan untuk menentukan nasib sendiri.  

Mereka juga telah dituduh melakukan genosida dalam kampanye kontra-pemberontakan 2017 yang mendorong lebih dari 700.000 anggota minoritas Muslim Rohingya melintasi perbatasan untuk mencari keselamatan di Bangladesh.

Media pemerintah untuk pertama kalinya pada hari Senin merujuk pada protes tersebut, mengklaim bahwa mereka membahayakan stabilitas negara.

“Demokrasi bisa dihancurkan jika tidak ada disiplin,” demikian pernyataan Kementerian Penerangan yang dibacakan di stasiun televisi negara MRTV.  

"Kami harus mengambil tindakan hukum untuk mencegah tindakan yang melanggar stabilitas negara, keamanan publik, dan supremasi hukum."

Namun, komandan militer Min Aung Hlaing yang memimpin kudeta dan sekarang menjadi pemimpin Myanmar tidak menyebutkan kerusuhan tersebut dalam pidato berdurasi 20 menit yang disiarkan televisi Senin malam.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Sempat Kaget, Legislator Golkar Bersyukur Budi Arie Klarifikasi dan Minta Maaf

Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:20

KPK Tahan Gatot Heroe Hernanda, Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:10

DPRD Siap Bongkar Oknum Parpol dan Ormas Minta Jatah Proyek SD Rembang

Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:05

Netflix Umumkan Pemeran Baru One Piece Season 3, Siap Hidupkan Kisah Battle of Alabasta

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:53

Bank Berwenang Menunda Transaksi Sesuai UU TPPU

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:52

Daftar 6 Perusahaan di Kalimantan Disanksi Kemenhut Buntut Karhutla

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:49

Unhan Terbitkan Edaran Penggunaan Hijab bagi Kadet Putri Muslim

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:44

Diduga Terima Mobil hingga Rumah Mewah, Anggota DPRD Kota Bengkulu Diselidiki KPK

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:37

Pertamina Eco RunFest 2026, Hadirkan Tujuh Inisiatif Keberlanjutan Lingkungan

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:27

Lolly Suhenty: Kerja Kehumasan Bawaslu Menjaga Halaman Rumah

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:26

Selengkapnya