Berita

Wakil pemimpin partai Maori, Rawiri Waititi mengenakan pounamu atau kalung batu hijau sebagai ganti dasi/Net

Dunia

Tolak Pakai Dasi, Anggota DPR Partai Maori Dikeluarkan Dari Ruang Sidang Parlemen Selandia Baru

SELASA, 09 FEBRUARI 2021 | 13:23 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kejadian tak menyenangkan dialami wakil pemimpin partai Maori, Rawiri Waititi, yang harus dikeluarkan dari ruang sidang parlemen oleh Ketua DPR Selandia Baru.

Bukan tanpa sebab, ia dikeluarkan karena menentang aturan yang diberlakukan DPR untuk mengenakan dasi selama berada di dalam ruangan sidang.

“Ini bukan tentang dasi, ini tentang budaya identitas budaya,” kata Waititi ketika dia meninggalkan ruangan, seperti dikutip dari NZ Herald, Selasa (9/2).


"Itu memaksa penduduk asli mengenakan apa yang saya gambarkan sebagai tali kolonial," lanjutnya.

Sebelumnya, telah terjadi perdebatan panas antara Waititi dan Ketua DPR, Trevor Mallard, terkait aturan berpakaian. Waititi mengatakan bahwa dia telah memilih untuk mengenakan pakaian budaya - 'pakaian bisnis Maori' - ke ruang sidang, dengan pounamu atau kalung batu hijau sebagai ganti dasi.

Sementara, Ketua DPR berkata kepada Waititi bahwa dirinya tidak akan memanggilnya untuk berbicara, jika dia tidak mengenakan dasi. Ketika Waititi terus berbicara, Mallard kemudian mengeluarkannya dari ruang sidang.

Waititi sebelumnya sempat menggambarkan dasi sebagai "jerat kolonial" dan tahun lalu dia dikeluarkan dengan alasan yang sama.

Mallard sendiri pekan lalu memutuskan untuk mempertahankan persyaratan bahwa anggota parlemen laki-laki wajib mengenakan dasi di ruang debat parlemen, setelah meminta anggota parlemen untuk menulis kepadanya tentang pakaian bisnis yang pantas di DPR.

Tak ayal, kejadian tersebut menarik perhatian
Perdana Menteri Jacinda Ardern.

Dia mengatakan bahwa dirinya tidak memiliki keberatan pribadi atas dasi yang tidak dikenakan di parlemen. Arden mengatakan masih ada masalah yang lebih penting untuk dibahas di ruang debat, ketimbang dasi.

“Saya tidak berpikir orang Selandia Baru peduli tentang dasi,” katanya.

Suku Maori adalah penduduk asli Polinesia di daratan Selandia Baru. Maori berasal dari pemukim dari Polinesia timur, yang tiba di Selandia Baru dalam beberapa gelombang pelayaran waka (kano) antara sekitar tahun 1320 dan 1350.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

Tidak Mengutuk Tapi Ayo Gugat Israel di PBB

Minggu, 05 April 2026 | 01:55

Energi Transisi Sulap Desa Rentan jadi Resisten

Minggu, 05 April 2026 | 01:32

1.305 Rekomendasi Audit BPK di Kementerian PU Belum Tuntas

Minggu, 05 April 2026 | 01:10

Pakistan Gratiskan Transportasi Umum Buntut Demo Kenaikan BBM

Minggu, 05 April 2026 | 00:52

Menang di Tingkat Kasasi, Natalia Rusli Fokus Kawal Perkara Pidana

Minggu, 05 April 2026 | 00:32

Pemerintah Desak DK-PBB Lindungi Pasukan Perdamaian di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 00:12

Pelni Sukses Layani 467 Ribu Penumpang Selama Arus Mudik-Balik Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 23:57

KSAD: Tiga Prajurit Gugur, Kami Sangat Kehilangan

Sabtu, 04 April 2026 | 23:32

Menlu Ungkap Ada Tiga Prajurit TNI Lagi Terluka di Lebanon

Sabtu, 04 April 2026 | 23:11

ITERA: Fenomena Langit Lampung Timur Diduga Sampah Antariksa Roket China

Sabtu, 04 April 2026 | 22:42

Selengkapnya