Berita

Militer berjaga di jalan menuju kompleks gedung Parlemen di Ibu Kota Naypritaw, Myanmar/Net

Dunia

Militer Myanmar Berlakukan Aturan Jam Malam Dan Batasi Jumlah Pertemuan Hanya 5 Orang

SELASA, 09 FEBRUARI 2021 | 09:52 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Situasi Myanmar pasca kudeta militer masih belum kondusif. Hal itu ditandai dengan banyaknya aksi turun ke jalan untuk menentang penggulingan pemerintahan Aung San Suu Kyi dalam beberapa hari terakhir.

Junta Myanmar - yang saat ini mengendalikan pemerintahan - akhirnya memutuskan untuk memberlakukan jam malam dan melarang pertemuan lebih dari lima orang di Yangon dan Mandalay, dua kota terbesar di negara itu.

Dalam detailnya, peraturan baru tersebut akan melarang pertemuan di setidaknya tujuh daerah di Yangon dan Mandalay, dengan lebih banyak kota diharapkan mengeluarkan keputusan serupa, seperti dilaporkan The Guardian, Selasa (9/2).


Selain itu, penduduk juga akan dilarang meninggalkan rumah mereka antara jam 8 malam hingga jam 4 pagi, menurut perintah yang dikeluarkan pada Senin (8/2) malam waktu setempat, yang mana akan tetap berlaku sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Sebagian besar demonstrasi yang terjadi beberapa hari ini berlangsung damai, tetapi di ibu kota Naypyidaw, polisi mengerahkan tembakan singkat meriam air terhadap para pengunjuk rasa, beberapa di antaranya tampak terluka ketika mereka terlempar ke tanah.

Polisi tampaknya berhenti menggunakan meriam air setelah pengunjuk rasa mengajukan banding kepada mereka.

Sementara, para pengunjuk rasa di Yangon mengatakan polisi meminta mereka untuk bubar sekitar pukul 17.30 waktu setempat, dan sebagian besar mematuhinya pada malam hari.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

Tidak Mengutuk Tapi Ayo Gugat Israel di PBB

Minggu, 05 April 2026 | 01:55

Energi Transisi Sulap Desa Rentan jadi Resisten

Minggu, 05 April 2026 | 01:32

1.305 Rekomendasi Audit BPK di Kementerian PU Belum Tuntas

Minggu, 05 April 2026 | 01:10

Pakistan Gratiskan Transportasi Umum Buntut Demo Kenaikan BBM

Minggu, 05 April 2026 | 00:52

Menang di Tingkat Kasasi, Natalia Rusli Fokus Kawal Perkara Pidana

Minggu, 05 April 2026 | 00:32

Pemerintah Desak DK-PBB Lindungi Pasukan Perdamaian di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 00:12

Pelni Sukses Layani 467 Ribu Penumpang Selama Arus Mudik-Balik Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 23:57

KSAD: Tiga Prajurit Gugur, Kami Sangat Kehilangan

Sabtu, 04 April 2026 | 23:32

Menlu Ungkap Ada Tiga Prajurit TNI Lagi Terluka di Lebanon

Sabtu, 04 April 2026 | 23:11

ITERA: Fenomena Langit Lampung Timur Diduga Sampah Antariksa Roket China

Sabtu, 04 April 2026 | 22:42

Selengkapnya