Berita

Ketua Umum Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Haris Pertama/Net

Politik

KNPI: Dulu Teriak-teriak Rasis, Sekarang Pigai Kok Jadi Bela Abu Janda?

SELASA, 09 FEBRUARI 2021 | 09:13 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Sikap yang ditunjukkan Natalius Pigai usai bertemu Abu Janda membuat Ketua Umum (Ketum) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Haris Pertama, terheran-heran.

Haris merasa aneh dengan sikap Natalius Pigai yang kini seolah-olah menjadi jurubicara atau tim kuasa hukum Permadi Arya alias Abu Janda.

Sebab, sebelumnya Natalius Pigai selalu berteriak-teriak kalau Abu Janda berbuat rasis. Akan tetapi, saat ini malah seperti membela dengan menyatakan bahwa tidak ada delik hukum untuk Abu Janda.


"Harusnya, dia juga jangan bilang bahwa itu enggak ada delik hukum. Kan Pigai yang teriak-teriak, coba di cek flashback, yang teriak-teriak siapa yang bilang dia dirasisin? Sekarang kok jadi bela Abu Janda? Kan aneh nih Natalius Pigai. Biar masyarakat lah yang menilai apa yang dilakukan Natalius Pigai dan Abu Janda," ujar Haris kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (9/2).

"Natalius Pigai seakan-akan sudah jadi jurubicaranya Abu Janda nih atau kuasa hukumnya Abu Janda," sambung Haris.

Apalagi, lanjut Haris, pernyataan Pigai tersebut juga berpotensi memunculkan gejolak di Papua. Karena, Pigai kerap memberikan pernyataan bahwa Abu Janda rasis.

"Intinya, masyarakat Papua akan menilai lah, Natalius Pigai ini kan belum lama ini, belum ada dua minggu, dia teriak-teriak masalah rasis. Di TV dia bilang, itu rasis, Abu Janda harus ditangkap. Kok sekarang membela Abu Janda enggak bisa ditangkap, kan lucu," pungkasnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya