Berita

Pengamat politik LIPI Prof. Siti Zuhro/Net

Politik

Siti Zuhro Sayangkan Sikap Nasdem Yang Kompromistis Soal RUU Pemilu

SENIN, 08 FEBRUARI 2021 | 11:12 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Sikap Partai Nasdem yang plintat-plintut terhadap RUU Pemilu dan Pilkada dapat artikan sebagai upaya kompromistis agar tidak ada yang tersakiti di dalam koalisi pemerintahan Jokowi-Maruf.

Hal itu disampaikan pengamat politik LIPI Prof. Siti Zuhro ketika berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Senin (8/2).

"Jangan semacam kayak istilahnya itu kompromi, kompromi dibangun sedemikian rupa, lalu merugikan atau mengabaikan kepentingan nasional kita. Hancur negara ini kalau modelnya kompromi kompromistis seperti ini, tukar guling seperti ini," ucap Siti Zuhro.


Dia mengatakan visi dan misi Indonesia dengan kesepakatan menjalankan demokrasi dengan sistem multipartai atau dengan partai yang banyak, tentunya pelaksanaan pilkada dan pemilu memang sudah dipayungi oleh konstitusional.

"Konsitusi memayungi itu dan harus dijalankan melalui undang-undang dalam kaitannya konstitusi dan undang-undang tentu ketatanegaraan kita," imbuhnya.

Pengalaman pilkada dan pemilu sejak tahun 1999 dan tahun 2005 dilaksanakan pilkada langsung dan 2004 pelaksanaan pilpres langsung, harus dijadikan pelajaran atau learning by doing oleh pemerintah.

"Nah, itu perlu direview tahun 98 kita sepakat demokrasi pemilu pertama tahun 1999. Kemarin kita sudah melaksanakan Pilkada serentak gelombang keempat (Pilkada 2020), dan itu tentunya masih menyisakan ketidakpuasan yang substantif baik pemilu nasional 2019 serentak maupun pilkada serentak 270 daerah. Itu yang harus dievaluasi secara kritis," urainya.

Evaluasi itu, kata Siti Zuhro tidak hanya oleh partai politik sebagai wakil rakyat, tapi juga rakyat langsung.

"Jadi, jangan percayakan itu kepada wakil rakyat saja, itu emang DPR perwakilan rakyat, tapi rakyatnya masih ada hidup jadi harus berpikir rakyat itu siapa, ya civil society, ya media, intelektual, aktivis, dan sebagainya," urainya.

"Kita pikirkan barang ini bersama-sama," ucap Siti Zuhro menambahkan.

Partai Nasdem menjadi partai terakhir di koalisi pemerintah yang ikut arahan Presiden Joko Widodo. Yaitu, menolak revisi UU Pemilu untuk dilanjutkan.

Sebelumnya, Nasdem sangat bersemangat dan getotl mendorong revisi UU Pemilu (yang di dalamnya ada UU Pilkada).

Sekretaris Fraksi Partai Nasdem DPR RI Saan Mustopa pekan lalu mengatakan, berdasarkan pengalaman Pemilu 2019 terutama pilpres, itu dampaknya sangat luar biasa, yakni terjadi polarisasi (pembelahan) di tengah masyarakat.

Selain itu, Pemilu 2019 juga menjadi catatan tersendiri bagi para penyelenggara pemilu, terutama beban kerjanya yang begitu besar hingga menimbulkan banyak korban berjatuhan.

"Hampir 400-an penyelenggara pemilu meninggal dunia menjadi korban Pemilu serentak 2019 yang lalu," ujar Saan Mutopa dalam diskusi daring Populi Center dan Smart FM Network bertajuk "Perlukah Ubah UU Pemilu Sekarang?", Sabtu (30/1).

Selanjutnya, Saan Mustopa juga menyebutkan, pileg lalu juga direduksi oleh pilpres. Hal ini, kata dia, juga berdampak pada kualitas elektoral dari pileg itu sendiri.

Padahal dua lembaga itu (Presiden dan DPR) sama-sama penting. Jelas Saan Mustopa, itu juga menjadi bahan evaluasi partai mereka sehingga perlu revisi UU Pemilu.

Populer

Ramadhan Pohan, Pendukung Anies yang Kini Jabat Anggota Dewas LKBN ANTARA

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:45

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

UPDATE

OTT Pegawai Pajak Jakarta Utara: KPK Sita Uang Ratusan Juta dan Valas

Sabtu, 10 Januari 2026 | 12:14

Mendagri: 12 Wilayah Sumatera Masih Terdampak Pascabencana

Sabtu, 10 Januari 2026 | 12:04

Komisi I DPR: Peran TNI dalam Penanggulangan Terorisme Hanya Pelengkap

Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:33

X Ganti Emotikon Bendera Iran dengan Simbol Anti-Rezim

Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:27

Trump Sesumbar AS Bisa Kuasai 55 Persen Minyak Dunia Lewat Venezuela

Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:10

Konten Seksual AI Bikin Resah, Grok Mulai Batasi Pembuatan Gambar

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:52

Ironi Pangan di Indonesia: 43 Persen Rakyat Tak Mampu Makan Bergizi

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:41

Emas Antam Berkilau, Naik Rp25.000 Per Gram di Akhir Pekan

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:34

Khamenei Ancam Tindak Tegas Pendemo Anti-Pemerintah

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:22

Ekonomi Global 2026: Di Antara Pemulihan dan Ketidakpastian Baru

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:06

Selengkapnya