Berita

Moeldoko diduga dalangi pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat/Net

Politik

Kalau Bidik Capres 2024, Moeldoko Lebih Baik Ngaku Ke Publik Memang Ingin Kuasai Partai Demokrat

SENIN, 08 FEBRUARI 2021 | 03:53 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko disarankan mengakui secara terbuka tentang adanya gerakan pengambilalihan kepemimpinan yang menyasar Partai Demokrat.

Demikian disampaikan pengamat politik Universitas Nasional, Andi Yusran saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (7/2).

Kata Andi, ketimbang melakukan pembelaan berupa sindiran di media sosial, Moeldoko lebih baik tampil ke publik dengan mengatakan bahwa  memang benar ngopi bersama kader Demokrat untuk merencanakan Munaslub Partai Demokrat.


"Sejatinya Moeldoko tampil ke publik dan mengakui saja bahwa ianya ‘memang ngopi politik dan membicarakan kemungkinan Munaslub Partai Demokrat dan itu sah-sah saja," demikian kata Andi.

Menurut Andi, sebagai manusia politik, hal lumrah jika mantan Panglima TNI itu ingin menguasai sebuah parpol untuk memuluskan langkahnya mengikuti pertarungan Pilpres di tahun 2024 mendatang.

"Lumrah jika Moledoko sebagai manusia politik juga punya selera duduk sebagai ketum parpol yang dapat menghantarkannya ikutan dalam kontestasi presiden di 2024," tandasnya.

Setelah memberikan respons pernyataan terbuka meluruskan tudingan Agus Harimurti Yudhoyono dan petinggi Demokrat, Moeldoko kerap memberikan status di medsos bahwa dirinya ngopi tapi ada yang grogi.

Unggahan medsos itu bernada sindiran yang mengarah pada AHY dan para petinggi Demokrat yang khawatir dengan adanya gerakan pengambilalihan kepemimpinan secara paksa yang diduga didalangi oleh salah satunya Moeldoko.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

UPDATE

Mengenal Bupati Rejang Lebong M Fikri yang Baru Terjaring OTT

Selasa, 10 Maret 2026 | 06:15

Keterbukaan Informasi Bagian Penting Pelayanan Publik

Selasa, 10 Maret 2026 | 06:03

Wajah Buruk AS Tak Bisa Lagi Dipoles sebagai Polisi Dunia

Selasa, 10 Maret 2026 | 06:02

Bupati Rejang Lebong M Fikri Thobari Dibawa ke Jakarta Usai OTT Pagi Ini

Selasa, 10 Maret 2026 | 05:55

Seret ke Pengadilan Pelaku Pengeboman Ratusan Anak Perempuan di Iran

Selasa, 10 Maret 2026 | 05:39

Bupati Rejang Lebong M Fikri Thobari Kena OTT KPK

Selasa, 10 Maret 2026 | 05:36

Secara Ekonomi AS Babak Belur Gegara Serang Iran

Selasa, 10 Maret 2026 | 05:28

Iran Tak akan Negosiasi dengan AS-Israel Lewat Diplomasi

Selasa, 10 Maret 2026 | 05:24

Fokus Merawat Stabilitas di Tengah Gejolak Harga Minyak Dunia

Selasa, 10 Maret 2026 | 05:18

APBN di Tepi Jurang, Kinerja Purbaya Mulai Dipertanyakan

Selasa, 10 Maret 2026 | 04:42

Selengkapnya