Berita

Warga Uighur melakukan aksi demo di depan Kedutaan China di Turki/Net

Dunia

Warga Uighur Demo Di Depan Kedubes China Di Turki: Bebaskan Keluargaku!

SABTU, 06 FEBRUARI 2021 | 09:22 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sekelompok warga Uighur yang hingga kini mengaku belum menerima kabar apa pun dari keluarga mereka yang tinggal di Xinjiang, melakukan aksi protes di luar Kedutaan Besar China di Turki, Jumat (5/2) waktu setempat.

Anadolu
melaporkan, dalam aksinya para pendemo bahkan ada yang membawa spanduk bertuliskan: 'Di mana Keluargaku?' dan 'Bebaskan Keluargaku'.

Juru bicara aksi, Mirzehmet Ilyasoglu, meminta dunia untuk bersuara melawan kejahatan terhadap kemanusiaan itu. Dia mengatakan, bahwa protes lain yang mereka mulai di luar Konsulat Jenderal China di Istanbul telah memasuki hari ke-46.


Kepala Persatuan Pegawai Administrasi Khusus dan Kota Turki cabang Ankara, Hanefi Sinan, yang ikut menjadi peserta aksi, mengatakan mereka tidak bisa tinggal diam terhadap penindasan yang di mana pun di dunia ini.

Wilayah Xinjiang di China adalah rumah bagi sekitar 10 juta orang Uighur. Kelompok Muslim Turki, yang membentuk sekitar 45 persen dari populasi Xinjiang, telah lama menuduh otoritas China melakukan diskriminasi budaya, agama dan ekonomi.

China sendiri telah meningkatkan pembatasannya di wilayah tersebut dalam dua tahun terakhir. Mereka disebut telah melarang pria menumbuhkan janggut dan melarang wanita mengenakan kerudung. Menurut laporan The Wall Street Journal, China juga dituding telah memperkenalkan apa yang oleh banyak ahli dianggap sebagai program pengawasan elektronik paling luas di dunia.

Hingga 1 juta orang, atau sekitar 7 persen dari populasi Muslim di Xinjiang, telah dipenjara dalam jaringan kamp pendidikan ulang politik yang meluas, menurut pejabat AS dan pakar PBB.

Human Rights Watch dalam laporannya pada 2018 merinci kampanye pemerintah China tentang "penahanan sewenang-wenang massal, penyiksaan, indoktrinasi politik paksa, dan pengawasan massal terhadap Muslim Xinjiang."

Sementara China, bagaimanapun, telah berulang kali membantah tuduhan bahwa mereka mengoperasikan kamp penahanan di wilayah otonom barat lautnya, sebaliknya mereka mengklaim bahwa pihaknya telah 'mendidik ulang' orang-orang Uighur.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Diminati Klub Azerbaijan, Persib Siap Lepas Eliano Reijnders?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:58

Investasi Emas untuk Keuntungan Maksimal: Mengapa Harus Disimpan dalam Jangka Panjang?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:37

Harga Plastik Melonjak, Pengamat Ingatkan Dampaknya Bisa Lebih Berbahaya dari BBM

Sabtu, 04 April 2026 | 14:49

DPR Minta ASN yang WFH Dipantau Ketat!

Sabtu, 04 April 2026 | 14:31

Komisi V DPR Minta Pemerintah Lakukan Pemilihan Terdampak Gempa Sulut-Malut

Sabtu, 04 April 2026 | 14:00

DPR Minta Pemda Pertahankan Guru PPPK Paruh Waktu di Tengah Efisiensi Anggaran

Sabtu, 04 April 2026 | 13:47

Trump Digugat Dua Lusin Negara Bagian Terkait Pemilu

Sabtu, 04 April 2026 | 13:24

Daftar Tayang Bioskop April 2026: Dari Petualangan Galaksi Mario hingga Ketegangan Horor Lokal

Sabtu, 04 April 2026 | 13:22

Ledakan di Markas PBB Lebanon Kembali Lukai 3 Prajurit TNI, 2 Luka Serius

Sabtu, 04 April 2026 | 13:01

Sindiran Iran ke AS Menggema di Tengah “Pembersihan” Pentagon

Sabtu, 04 April 2026 | 12:51

Selengkapnya