Berita

Bangunan hancur di Yaman/Net

Dunia

Biden Akhiri Bantuan Perang, Rakyat Yaman Menunggu Penuh Harapan

SABTU, 06 FEBRUARI 2021 | 06:51 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Keputusan Joe Biden untuk mengakhiri dukungannya di Yaman disambut baik oleh rakyat Yaman yang secara hati-hati dan peuh optimis mengungkapkan bahwa  keputusan itu merupakan langkah penting dalam perjalanan menemukan solusi damai.

"Ini merupakan langkah yang lama tertunda. Langkah besar yang membuka kemungkinan solusi diplomatik," salah seorang penduduk Sana'a, seperti dikutip dari The Guardian.

Osama alFakih, direktur advokasi Mwatana, satu-satunya kelompok hak asasi manusia yang masih beroperasi di negara itu, mengatakan orang-orang Yaman menaruh harapan besar terhadap komitmen Biden itu.


“Banyak orang Yaman yang saya kenal telah meningkatkan harapan mereka sejak pengumuman kemarin untuk melihat berakhirnya perang ini," katanya. Menekankan bahwa pengumuman itu harus disertai dengan upaya nyata yang mendukung akuntabilitas dan reparasi bagi para korban. Orang Yaman menunggu hal itu.  

"Mengakhiri dukungan AS untuk koalisi adalah awal yang baik, tetapi tidak cukup hanya sampai di situ!" katanya.

Dalam pidatonya pada Kamis (4/2), Biden mengumumkan pembentukan kembali hubungan AS secara luas dengan seluruh dunia, termasuk dukungan yang tidak perlu dipertanyakan dari pendahulunya Donald Trump untuk monarki Teluk dengan catatan hak asasi manusia yang buruk di dalam dan luar negeri.

Biden mengatakan konflik di Yaman telah menciptakan bencana kemanusiaan. Sebanyak 233.000 orang tewas dan 80 persen dari 29 juta orang bergantung pada bantuan.

Biden dengan tegas mengatakan bahwa perang harus diakhiri.

"Dan untuk menggarisbawahi komitmen kami, kami mengakhiri semua dukungan Amerika untuk operasi ofensif dalam perang di Yaman, termasuk penjualan senjata," kata Biden, seperti dikutip dari Times of Israel.

Namun begitu, AS akan terus memberikan dukungan defensif ke Arab Saudi terhadap serangan rudal dan drone lintas batas oleh pemberontak Houthi yang didukung Iran.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Sempat Kaget, Legislator Golkar Bersyukur Budi Arie Klarifikasi dan Minta Maaf

Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:20

KPK Tahan Gatot Heroe Hernanda, Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:10

DPRD Siap Bongkar Oknum Parpol dan Ormas Minta Jatah Proyek SD Rembang

Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:05

Netflix Umumkan Pemeran Baru One Piece Season 3, Siap Hidupkan Kisah Battle of Alabasta

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:53

Bank Berwenang Menunda Transaksi Sesuai UU TPPU

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:52

Daftar 6 Perusahaan di Kalimantan Disanksi Kemenhut Buntut Karhutla

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:49

Unhan Terbitkan Edaran Penggunaan Hijab bagi Kadet Putri Muslim

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:44

Diduga Terima Mobil hingga Rumah Mewah, Anggota DPRD Kota Bengkulu Diselidiki KPK

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:37

Pertamina Eco RunFest 2026, Hadirkan Tujuh Inisiatif Keberlanjutan Lingkungan

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:27

Lolly Suhenty: Kerja Kehumasan Bawaslu Menjaga Halaman Rumah

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:26

Selengkapnya