Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Komisi IX FPKS: Pemerintah Kebobolan Lagi Atasi Sindikasi PMI Ilegal

JUMAT, 05 FEBRUARI 2021 | 13:25 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Pemerintah dinilai kebobolan dalam melakukan perlindungan pekerja migran Indonesia (PMI) di awal tahun 2021 ini.

Dikatakan anggota Komisi IX DPR Kurniasih Mufidayati, pihaknya mendapat laporan masih terjadi penempatan PMI ilegal di awal tahun 2021 di beberapa wilayah, di antaranya Banjarbaru dan Kapuas Hulu.

“Kami mendapat informasi ada keberangkatan PMI nonprosedural ke Malaysia melalui jalan tikus di salah satu kecamatan di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Sangat prihatin dan miris hati saya mendengar info ini," kata Kurniasih dalam keterangan tertulisnya, Jumat (5/2).


Kebobolan awal tahun ini harus diperbaiki dengan meningkatkan sistem screening di banyak pintu keluar PMI, termasuk screening ke perusahaan pengiriman.

"Kasihan teman-teman PMI yang sering tertipu, padahal mereka sudah keluar uang hanya untuk mendapat pekerjaan di negara lain dikarenakan sempitnya lapangan kerja di dalam negeri. Negara harus hadir," sambungnya.

Selain pengetatan screening, amanat UU tentang sanksi terhadap pengirim PMI yang nonprosedural juga harus ditegakkan. Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) bersama Kemnaker juga harus intensif menyosialisasikan kepada PMI yang akan pergi, khususnya selama pandemi.

"Regulasi tentang pemberangkatan PMI harus mudah diimplementasikan dengan biaya administrasi ditanggung oleh pemerintah,” terang Mufida.

Negara, kata dia, harus menyiapkan sistem yang jauh lebih mudah dan membantu PMI agar tetap bisa mendapatkan kesempatan bekerja di luar negeri dengan aman dan terlindungi, khususnya di masa pandemi ini.

"Sampaikan dan tunjukkan jika proses bekerja di luar negeri lewat jalur resmi mudah dan terjamin aman. Adalah kewajiban negara untuk menyediakan layanan tersebut sebagai wujud perlindungan negara terhadap PMI," tandasnya.

Pemberantasan mafia penempatan ilegal PMI ke luar negeri merupakan program pertama dari 9 program Prioritas BP2MI dalam implementasi Rencana Strategis BP2MI 2020-2024.

BP2MI menginformasikan dari laporan tahun 2020, telah diterima sekitar 1.725 pengaduan, di mana 67,4 persen dari pengaduan tersebut tentang pemberangkan PMI secara ilegal.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

KPK Amankan "Surat Tekanan" dari Rumah Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Kamis, 16 April 2026 | 18:15

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kasus Penyiraman Andrie Yunus Masuk Sidang Terbuka Akhir April

Kamis, 16 April 2026 | 18:09

Emil Dardak Prihatin Tiga Kepala Daerah Jatim Kena OTT KPK

Kamis, 16 April 2026 | 18:00

Pimpinan Ombudsman: Kasus Hery Susanto Terjadi Sebelum Menjabat

Kamis, 16 April 2026 | 18:00

Erick Thohir Bawa Kemenpora Tembus Top 5 Kementerian Kinerja Terbaik

Kamis, 16 April 2026 | 17:40

Puspen TNI Pastikan Sidang Kasus Andrie Yunus Terbuka

Kamis, 16 April 2026 | 17:37

BNPB Catat 23 Bencana dalam Dua Hari

Kamis, 16 April 2026 | 17:28

Fokus pada Inovasi dan Kesejahteraan, Bupati Mimika Raih KWP Award 2026

Kamis, 16 April 2026 | 17:22

Sudewo Ngaku Kangen Warga Pati

Kamis, 16 April 2026 | 17:17

Selengkapnya