Berita

Direktur Eksekutif Indonesia Future Studies (INFUS), Gde Siriana Yusuf/Ist

Politik

Pembangunan Indonesia Butuh Sistem Yang Baku, Bukan Ditentukan Janji Kampanye Capres

KAMIS, 04 FEBRUARI 2021 | 09:24 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Di era Reformasi, Indonesia semakin tidak jelas arah pembangunannya. Tanpa ada lagi GBHN (Garis-garis Besar Haluan Negara) yang menjadi pedoman pembangunan, kini pembangunan ditentukan oleh janji kampanye Capres.

Dengan wilayah yang luas dan berbentuk kepulauan, juga banyak penduduk multietnis, jelas sangat berisiko jika masa depan RI ditentukan oleh janji kampanye Capres.

Demikian yang disampaikan Direktur Eksekutif Indonesia Future Studies (INFUS), Gde Siriana Yusuf, melalui akun Twitter pribadinya, @SirianaGde, Rabu malam (3/2).


Meskipun Presiden itu pilihan rakyat, tambah Gde Siriana, akan jadi masalah besar jika sosok yang dipilih itu hanya berdasarkan popularitas saja.

"Apalagi jika presidennya suka ngibul, membiarkan korupsi merajalela, dan enggak paham persoalan-persoalan negara. Bahkan enggak paham dengan ucapannya sendiri, kemarin ngomong apa, hari ini ngomong lain lagi," terang Gde Siriana.

Semestinya, menurut Gde Siriana, negara besar itu punya sistem yang baku dan sustainable. Semua diatur oleh sistem. Baik itu kerja pemerintahan maupun arah yang akan dituju.

"Sehingga siapapun yang memerintah, negara tetap konsisten dalam pembangunan, yaitu apa dan kemana yang mau dituju," demikian Gde Siriana.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

CELIOS Ungkap Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026

Rabu, 22 April 2026 | 14:13

Penambahan Komando Teritorial Berpotensi Seret TNI ke Politik Praktis

Rabu, 22 April 2026 | 14:05

Mega Syariah Bukukan Akuisisi Dana Pihak Ketiga Rp709 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 14:01

Prabowo Bakal Perbanyak Konser K-Pop di Indonesia

Rabu, 22 April 2026 | 13:49

Konsumsi BBM Harus Bijak di Tengah Gejolak Harga

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

Komisi X DPR Sesalkan Dugaan Kecurangan Peserta UTBK Undip

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

YLKI Sebut Pajak Tol Salah Sasaran dan Memberatkan Rakyat

Rabu, 22 April 2026 | 13:38

IHSG Sesi I Terkoreksi ke Level 7.544 di Tengah Ketidakpastian Geopolitik Timur Tengah

Rabu, 22 April 2026 | 13:24

Purbaya Pastikan Nasib Utang Whoosh Sudah Rampung

Rabu, 22 April 2026 | 13:10

Prabowo Jajaki Peluang Kirim WNI Ikut Program Kosmonaut Rusia

Rabu, 22 April 2026 | 12:58

Selengkapnya